Laporkan Masalah

MAKNA PUISI "TOKYO" DALAM ANTOLOGI PUISI ASY-SYAUQIYYAT KARYA AHMAD SYAUQI: ANALISIS SEMIOTIK

ZANNATI ZAENI , Mahmudah, S.S., M. Hum.

2016 | Skripsi | S1 SASTRA ARAB

Puisi "Tokyo" dalam antologi puisi Asy-Syauqiyyat merupakan salah satu puisi karya Ahmad Syauqi. Di dalamnya terdapat tanda-tanda berupa kata, frase, dan kalimat yang perlu dianalisis lebih lanjut untuk ditemukan maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terdapat di dalam puisi "Tokyo" menggunakan analisis semiotik. Semiotik adalah cabang ilmu yang mengkaji tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda dan proses yang berlaku bagi penggunaan tanda. Analisis ini memanfaatkan dua dari empat langkah yang ditawarkan Riffaterre, yaitu ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang terdiri dari pembacaan heuristik yang dilakukan dengan membaca puisi berdasarkan struktur kebahasaannya, dan pembacaan hermeneutik yang dilakukan bersama dengan pencarian ketidaklangsungan ekspresi sehingga didapatkan makna puisi secara keseluruhan yang sesuai dengan tanda-tanda. Setelah dilakukan analisis, diketahui bahwa makna yang terdapat dalam puisi "Tokyo" adalah bencana dahsyat berupa gempa bumi, kebakaran, dan tsunami yang terjadi pada 1 September 1923 di kota Tokyo dan Yokohama Jepang telah mengakibatkan kerugian berupa harta dan jiwa serta hancurnya ribuan bangunan. Negara Jepang yang memiliki kekayaan teknologi tak dapat menghalau datangnya bencana. Bencana tersebut memperingatkan manusia untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan yang akan mendatangkan bencana.

Poetry Tokyo in a poetry anthology Asy-Syauqiyyat is one of Ahmad Syauqi's poetry. There are signs in the form of words, phrases, and sentences that must be revealed in order that poetry can be understood its significance. This research aimed to explore the significance beyond of the poetry by using semiotic theory. Semiotics subdivision of science that analyze signs and everythings that related with it. This analysis used two from four methods offered by Michael Riffaterre, that is indirectly expression and semiotic reading which consists of heuristic that is done by reading poetry according to language structure, and hermeneutic reading that is done by search indirectly expression to get all of meaning of meaning of poetry that appropriate with signs that revealed by poet. After the analysis was conducted, the significance inside the Tokyo poetry which was the fury disasters in the form of earthquake, conflagration, and tsunami on September 1, 1923 in Tokyo and Yokohama city, Japan had caused damages i.e. people and properties as well as the destroyed of thousands buildings. Japan which has the excellent technology can not avoid the disasters coming. The disasters warn humans to spread the good things and avoid the bad things which would create many disasters.

Kata Kunci : Kata kunci: Tokyo, Asy-Syauqiyyat, puisi, semiotik, gempa Kanto./ Keyword: Tokyo, Asy-Syauqiyyat, poetry, semiotic, Kanto earthquake.

  1. S1-2016-329100-abstract.pdf  
  2. S1-2016-329100-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-329100-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-329100-title.pdf