Laporkan Masalah

PENGARUH WORK-LIFE BALANCE TERHADAP QUIET QUITTING DENGAN WORK ENGAGEMENT SEBAGAI MEDIASI PADA GENERASI Z

Karina Mutia Azrah, Prof. Gugup Kismono, MBA., Ph.D.

2026 | Skripsi | MANAJEMEN

Generasi Z sebagai angkatan kerja yang semakin mendominasi memiliki karakteristik dan nilai kerja yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama terkait pentingnya work-life balance. Fenomena quiet quitting muncul sebagai bentuk perilaku penarikan diri secara psikologis dari pekerjaan, di mana karyawan hanya menjalankan tugas sesuai deskripsi kerja tanpa keterlibatan tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh work-life balance terhadap quiet quitting dengan work engagement sebagai variabel mediasi pada karyawan Generasi Z.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada responden Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh negatif terhadap quiet quitting, yang berarti semakin baik work life balance yang dirasakan karyawan maka semakin rendah kecenderungan quiet quitting. Selain itu, work engagement terbukti memediasi secara parsial hubungan antara work-life balance dan quiet quitting. Temuan ini mendukung perspektif Job Demands–Resources Model yang menempatkan work-life balance sebagai job resources yang mampu meningkatkan work engagement serta menekan kecenderungan quiet quitting pada karyawan Generasi Z.

Generation Z, as an increasingly dominant workforce, possesses different characteristics and work values compared to previous generations, particularly regarding the importance of work-life balance. The phenomenon of quiet quitting has emerged as a form of psychological withdrawal from work, in which employees perform tasks strictly according to job descriptions without additional involvement. This study aims to examine the effect of work-life balance on quiet quitting with work engagement as a mediating variable among Generation Z employees.

  This study adopts a quantitative approach through the distribution of online questionnaires to Generation Z respondents. Data analysis was conducted using the Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results indicate that work-life balance has a negative and significant effect on quiet quitting, meaning that better perceived work-life balance reduces the tendency toward quiet quitting behavior. Furthermore, work engagement partially mediates the relationship between work-life balance and quiet quitting. These findings support the Job Demands–Resources Model, which positions work-life balance as a job resource that enhances work engagement and suppresses quiet quitting tendencies among Generation Z employees. 

Kata Kunci : Work-Life Balance, Quiet Quitting, Work Engagement, Generasi Z

  1. S1-2026-494698-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494698-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494698-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494698-title.pdf