Dari Abjek ke Subjek: Pembacaan Ulang Identitas Perempuan dalam Novel La Tresse karya Laetitia Colombani
Sulfi Baridah Hanum, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
2026 | Skripsi | SASTRA PERANCIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik abjeksi terhadap perempuan dari latar belakang yang berbeda, serta respon perempuan terhadap abjeksi yang mereka terima. Pengabjekan adalah sebuah situasi ketika seseorang atau sekelompok orang direndahkan atau dipinggirkan karena situasi dirinya. Konsep abjeksi diperkenalkan oleh kritikus sastra berkebangsaan Bulgaria-Prancis bernama Julia Kristeva (1982). Konsep ini relevan digunakan untuk membedah bentuk abjeksi terhadap tokoh perempuan di dalam novel La Tresse, serta cara perempuan mengambil kembali kontrol atas dirinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dan analisis isi. Kata, frasa, kalimat, dan paragraf merupakan korpus data utama pada penelitian ini. Adapun objek material yang digunakan adalah novel La Tresse karya Laetitia Colombani yang diterbitkan pada tahun 2017. Kajian ini hanya akan berfokus membahas dua tokoh perempuan dalam novel tersebut, yakni Smita dan Sarah. Teknik pengumpulan data meliputi pembacaan mendalam berkali-kali; menandai kutipan yang relevan; memasukkan data ke dalam tabel; mengelompokkan data; lalu menerjemahkan data ke dalam bahasa Indonesia agar mudah diteliti. Data-data tersebut kemudian dianalisis menggunakan konsep abjeksi Julia Kristeva. Hasil penelitian menunjukkan adanya praktik abjeksi yang dialami oleh perempuan apa pun latar belakangnya. Ananlisis ini juga menunjukkan adanya bentuk perlawanan yang berbeda dari setiap perempuan untuk mempertahankan identitasnya. Hasil temuan tersebut menjelaskan bahwa abjeksi terhadap perempuan hadir karena adanya pandangan masyarakat mengenai entitas ‘yang ideal’ dan ‘tidak ideal’. Keadaan ini membuat perempuan mempertanyakan nilai diri dan identitasnya. Meski begitu, perempuan terus melakukan upaya untuk melawan sistem yang mengabjeksi mereka. Selain itu, narasi di dalam novel mengajak pembaca untuk berefleksi bahwa perlawanan perempuan tidak selalu berbentuk kekerasan.
This study aims to explore the practices of abjection directed at women from diverse backgrounds and examines their responses to such experiences. Abjection refers to a condition in which an individual or group is degraded or marginalized due to their circumstances. The concept of abjection was introduced by the Bulgarian-French literary critic Julia Kristeva (1982). This concept is relevant to analyzing the abjection of female characters in the novel La Tresse, as well as the way women reclaim control over themselves. This study is limited to an analysis of two female characters in the novel, namely Smita and Sarah. The research employs descriptive qualitative methods and content analysis. Words, phrases, sentences, and paragraphs serve as the primary data corpus. The material object of the study is the novel La Tresse by Laetitia Colombani, published in 2017. The data collection techniques include repeated close readings, marking relevant excerpts, entering the data into tables, categorizing the data, and subsequently translating the data into Indonesian to make it easier to analyze. The data were then analyzed using Julia Kristeva’s concept of abjection. The findings indicate the presence of abjection practices experienced by women regardless of their backgrounds. This analysis also reveals the various forms of resistance demonstrated by each woman in order to preserve her identity. The findings indicate that abjection of women stems from societal views regarding what is considered ‘ideal’ and ‘non-ideal’. This condition leads women to question their self-worth and identity. However, women continue to resist the system that abject them. In addition, the narrative in the novel invites readers to reflect that women’s resistance is not always expressed through violence.
Kata Kunci : abjeksi, identitas perempuan, Julia Kristeva, La Tresse