LIMA GEGURITAN ELEGI DALAM BUKU LAYANG PANANTANG KARYA SUMONO SANDY ASMORO : ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE
AGNES ANGGITO SEKAR LARAS, Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A.
2026 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Skripsi ini merupakan hasil penelitian sastra terhadap geguritan berbentuk elegi karya Sumono Sandy Asmoro pada buku Layang Panantang terbitan Departemen Pendidikan Pusat Bahasa, Balai Bahasa Surabaya pada tahun 2009. Kelima geguritan tersebut berjudul “Elegi Bengawan Sore”, “Elegi Wengi”, “Elegi Pupus Gadhung”, “Elegi Pinggir Kali”, dan “Elegi Mangsa Sepi”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna pada tiap geguritan.
Teori yang digunakan yaitu, teori semiotika Riffaterre. Teori ini digunakan untuk menemukan makna pada sebuah puisi. Teori semiotika Riffaterre, menerapkan empat tahap dalam menganalisis puisi ; (1) Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik, (2) Ketidaklangsungan ekspresi, (3) Matriks, model, dan varian, dan (4) Hipogram. Hasil dari penelitian ini antara lain untuk mengungkap makna pada kelima geguritan dan mengungkap bentuk kesedihan yang tergambar pada tiap geguritan berbentuk elegi. Bentuk kesedihan yang tergambarkan adalah kesengsaraan dan ketidakberdayaan, kegelisahan, harapan yang hilang, cinta yang pupus, dan kekecewaan karena lunturnya tradisi dan budaya.
Kata kunci : elegi, geguritan, semiotika Riffaterre, makna, kesedihan
This thesis is the result of literary research on poems in the form of elegies by Sumono Sandy Asmoro in the book Layang Panantang published by the Ministry of Education of the Language Center, Surabaya Language Center in 2009. The five geguritans are titled "Elegi Bengawan Sore", "Elegi Wengi", "Elegi Pupus Gadhung", "Elegi Pinggir Kali", and "Elegi Mangsa Sepi". This research aims to find the meaning of each geguritan.
The theory used is the Riffaterre semiotic theory. This theory is used to find meaning in a poem. Riffaterre's theory of semiotics, applies four stages in analyzing poetry; (1) Heuristic and Hermeneutic Readings, (2) Expression indirects, (3) Matrices, models, and variants, and (4) Hypograms. The results of this research include revealing the meaning of the five poems and revealing the forms of sadness depicted in each elegic poem. The forms of sadness depicted are misery and helplessness, anxiety, lost hope, dashed love, and disappointment due to the fading of tradition and culture.
Keywords: elegy, geguritan, semiotics Riffaterre, meaning, sadness
Kata Kunci : elegi, geguritan, semiotika Riffaterre, makna, kesedihan