Laporkan Masalah

REPRESENTASI PERUNDUNGAN DALAM DRAMA KOREA THE GLORY (? ???) BAGIAN 1: KAJIAN SEMIOTIKA BARTHES

FARAH AMALIA PUTRI NUGROHO, Sri Wahyuningsih, S.S., M.A.

2026 | Skripsi | BAHASA KOREA

Penelitian ini menganalisis representasi perundungan dalam drama Korea The Glory bagian 1 dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes (1991) dan klasifikasi perundungan menurut Barbara Coloroso (2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan yang muncul serta mengungkap makna denotasi dan konotasi yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi adegan, dialog, dan unsur visual dalam drama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama perundungan, yaitu verbal, relasional, dan fisik, yang dilakukan oleh Park Yeon-jin, Lee Sa-ra, Jeon Jae-jun, Choi Hye-jeong, dan Son Myeong-o terhadap Moon Dong-eun sebagai korban. Pada tataran denotasi, perundungan ditampilkan melalui tindakan menghina, mengejek, mengancam, mengucilkan, serta kekerasan fisik. Sementara pada tataran konotasi, perundungan merepresentasikan relasi kuasa yang timpang, dominasi kelas sosial, serta normalisasi kekerasan yang didukung oleh sistem sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perundungan dalam The Glory bagian 1 bukan hanya tindakan untuk menyakiti korban, tetapi juga untuk menegaskan dan mempertahankan kekuasaan. Selain itu, perundungan dalam drama juga mencerminkan ketidakadilan sistem sosial bagi korban perundungan.

This study analyzes the representation of bullying in the Korean drama “The Glory Part 1” by employing Roland Barthes’ (1991) semiotic framework and Barbara Coloroso’s (2004) classification of bullying. The research aims to identify the forms of bullying depicted and to uncover the denotative and connotative meanings embedded within them. A descriptive qualitative method is applied, with data collected through observation of scenes, dialogues, and visual elements in the drama.

The findings reveal three primary forms of bullying, verbal, relational, and physical, perpetrated by Park Yeon-jin, Lee Sa-ra, Jeon Jae-jun, Choi Hye-jeong, and Son Myeong-o against Moon Dong-eun as the victim. At the denotative level, bullying is portrayed through acts of insulting, mocking, threatening, social exclusion, and physical violence. At the connotative level, bullying represents unequal power relations, the dominance of social class, and the normalization of violence supported by injustice within the social system.

This study concludes that bullying in “The Glory Part 1”  functions not merely as an act of harming the victim, but as a means of asserting and maintaining power. Furthermore, the depiction of bullying in the drama reflects systemic social injustice experienced by victims.

Kata Kunci : representasi, perundungan, drama Korea, semiotika Roland Barthes, The Glory

  1. S1-2026-462994-abstract.pdf  
  2. S1-2026-462994-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-462994-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-462994-title.pdf