Metafora Perempuan dalam Novel Karya Sastra Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG. dan Novel Para Priyayi karya Umar Kayam
Latifah Rahmadani Putri, Prof. Dr. Suhandano, M.A.
2026 | Tesis | S2 Linguistik
Di Indonesia, perempuan sering diposisikan pada seorang yang harus menjadi pendukung seorang laki-laki akibat adanya norma sosial dan budaya yang berlaku. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan dimetaforakan dan direpresentasikan dalam novel karya sastra Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG. dan novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada analisis teks karya sastra. Kajian ini merupakan sebuah kajian naratif yang berhasil menemukan dua temuan. Pertama, metafora perempuan dalam novel karya sastra Pengakuan Pariyem dan Para Priyayi. Sesuai teori yang dikembangkan oleh Lakoff & Jhonson (2003) meafora dibagi menjadi tiga bagian yaitu ranah target, ranah sumber, dan fitur semantis. Ranah target yang ditemukan pada kedua novel tersebut adalah ranah target kehidupan, fisik, hubungan manusia, emosi, dan moralitas. Kemudian, ranah sumber yang ditemukan pada kajian ini berupa benda, air, tumbuhan, hewan, dan rasa. Dan fitur semantis yang ditemukan pada kajian ini adalah berupa karakteristik yang memiliki kesamaan yang dimiliki oleh ranah target dan ranah sumber. Kedua, kajian ini juga menemukan representasi perempuan. Menurut Beauvoir (1949), perempuan merepresentasikan sebagai sesuatu “yang lain”. Penelitian ini menemukan representasi perempuan yang terbagi menjadi dua, yaitu perempuan yang menggambarkan dirinya sendiri dan perempuan yang digambarkan menurut hubungannya dengan laki-laki. Perempuan yang menggambarkan dirinya sendiri dapat berperan sebagai anak, istri, ibu, pekerja, dan masyarakat. Kemudian, perempuan direpresentasikan berdasarkan hubungannya dengan laki-laki dapat berupa perempuan sebagai objek, perempuan sebagai pendukung, dan perempuan sebagai pembantu laki-laki.
In Indonesia, women are often positioned as having to support men due to prevailing social and cultural norms. This study aims to determine how women are metaphorized and represented in the literary novel Pengakuan Pariyem by Linus Suryadi AG. and the novel Para Priyayi by Umar Kayam. This study uses a qualitative approach that focuses on the analysis of literary texts. This study is a narrative that found two findings. First, metaphors of women in the novel Pengakuan Pariyem and novel Para Priyayi. According to the theory developed by Lakoff & Jhonson (2003), metaphors are divided into three parts, namely the target domain, the source domain, and semantic features. The target domains found in both novels are the domains of life, physicality, human relationships, emotions, and morality. Then, the source domains found in this study are objects, water, plants, animals, and taste. The semantic features found in this study are characteristics that are shared by the target domain and the source domain. Second, this study also found representations of women. According to Beauvoir (1949), women are represented as “the other.” Thus, the representation of women in this study is divided into two categories, women who describe themselves can play the roles of daughter, wife, mother, worker, and member of society. Meanwhile, women who are represented based on their relationship with men can be women as objects, women as supporters, and women as assistants to men.
Kata Kunci : metafora, perempuan, novel, pengakuan pariyem, para priyayi / metaphor, women, novel, pengakuan pariyem, para priyayi