REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM "LAYANG MURSADA PESISIRAN"
Adjit Royan Mustafa Ganda Sukma, Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A.
2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Teks klasik pesisiran “Layang Mursada Pesisiran” merupakan karya sastra yang lahir dari daerah pesisiran dan berisi tentang cerita seorang tokoh utama bernama Mursada yang dalam perjalanan hidupnya tidak luput dari peran tokoh perempuan di sekelilingnya. Posisi dan peranan tokoh perempuan dalam “Layang Mursada Pesisiran” tidak bisa diabaikan pengaruhnya dari kehidupan pengarang maupun budaya masyarakat yang menjadi latar belakang lahirnya karya sastra tersebut. Posisi dan peran perempuan-perempuan tersebut dinarasikan secara masif, yang mana terdapat makna yang terepresentasi dari penarasian perempuan.
Penelitian ini mendeskripsikan tentang tokoh-tokoh perempuan dan bagaimana mereka direpresentasikan. Teori representasi oleh Stuart Hall digunakan untuk menganalisis representasi perempuan dan teori feminisme Simone de Beauvoir untuk melihat representasi perempuan berdasarkan pendekatan feminisme eksistensialisme. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca-catat yang diarahkan pada tokoh perempuan, deskripsi terhadapnya, dan pengalaman yang dialaminya dalam alur cerita.
Hasil penelitian yang didapatkan merujuk pada tujuh tokoh perempuan yang diangkat dalam “Layang Mursada Pesisiran”. Terdapat pendeskripsian kecantikan perempuan yang mengindikasikan bahwa mereka diposisikan sebagai perempuan imanen dengan dijadikan sebagai visual pleasure yang menandakan perempuan hanya dilihat dari sudut pandang laki-laki. Di sisi lain juga ditemukan peran-peran yang merepresentasikan perempuan transenden, yaitu perempuan sebagai pemimpin, perempuan sebagai penolong, dan memiliki kebebasan, serta sebagai pelaku politik yang cerdik. Adanya representasi imanen serta adanya representasi transenden menunjukkan bentuk negosiasi untuk mendorong perubahan cara pandang bahwa perempuan juga mampu menjadi agen yang aktif dalam berkontribusi di ruang publik seperti halnya laki-laki.
“Layang Mursada Pesisiran”
is a classic Northern Coast Java Island literary work that originates from the
coastal tradition. The story focused on Mursada as the main character who is
inseparable from the roles of women around him. The women characters in “Layang Mursada Pesisiran” hold important
positions and essential roles that cannot be overlooked, as they reflect both
the author’s life experiences and the cultural background of the society in
which this work was created. Their roles are extensively narrated, resulting in
representations of women and their meaning within the text.
This study
describes about the characteristics of the women characters and examines how
they are represented. Stuart Hall’s theory of representation is applied to
analyze the portrayals of women characters, while Simone de Beauvoir’s feminist
theory, particularly existentialist feminism,is applied to uncover the
dimensions of female representation. The research adopts a qualitative
approach. The data are collected through reading and taking notes that focus on
women characters, their descriptions, and their experiences throughout the
storyline.
This study reveals seven women
characters featured in “Layang Mursada
Pesisiran.” The descriptions of women’s beauty indicate that these women
are positioned as immanent beings, framed primarily as objects of visual
pleasure from the perspective of the male gaze. On the other hand, the text
also presents women in transcendent roles, such as leaders, helpers,
individuals with agency and freedom, and even as shrewd political actors. The
coexistence of both immanent and transcendent representations suggests a
negotiation of meaning, challenging the dominant patriarchy perspectives and
affirming that women are equally capable of becoming active agents in the public
sphere, just like men.
Kata Kunci : Representasi, Perempuan, Mursada, Pesisiran, Feminisme