Representasi Kebudayaan Masyarakat Gurun Libya dalam Novel At-Tibr Karya Ibr?h?m Al-K?n?: Analisis Sosiologi Sastra
Elsyam Fudhail Adzka, Dr. Mahmudah, S.S., M.Hum.
2025 | Skripsi | SASTRA ARAB
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kebudayaan masyarakat gurun Libya yang terdapat dalam novel at-Tibr karya Ibr?h?m al-K?n? dengan menggunakan teori sosiologi sastra. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan teknik homolog. Analisis dilakukan dengan menyejajarkan fakta sastra dan fakta sosial dalam masyarakat dengan memanfaatkan konsep unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat.
Penelitian ini menemukan
tujuh unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat dalam novel at-Tibr
karya Ibr?h?m al-K?n?, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial,
sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi,
dan kesenian. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat gurun Libya adalah bahasa
Arab Fusha dan terdapat inskripsi alfabet T?f?n?g. Sistem pengetahuan
masyarakat gurun Libya adalah pengetahuan tentang flora dan fauna berupa:
tanaman silphium, biji fenugreek, dan truffle gurun, serta
pengetahuan tentang hewan unta, dan mouflon. Organisasi sosial dalam
masyarakat gurun adalah sistem kesukuan, perjodohan, dan pernikahan dengan
sepupu atau anak paman dari keluarga ayah. Sistem peralatan hidup dan teknologi
masyarakat gurun Libya adalah pakaian yang digunakan oleh laki-laki yang berupa
penutup kepala atau tagelmust; tempat tinggal masyarakat gurun Libya
adalah tenda dan mereka hidup secara nomaden; alat transportasi di gurun adalah
unta. Sistem mata pencaharian masyarakat gurun Libya adalah menggembala dan
berdagang. Sistem religi masyarakat gurun Libya adalah menganut kepercayaan
terhadap Dewi Tanit dan kepercayaan tentang pohon bidara bagi kalangan sufi.
Kesenian masyarakat gurun Libya adalah permainan alat musik imz?d
sambil berpuisi dan ukiran petrografi Tadrart Acacus.
This research aims to uncover the culture of the Libyan desert society as depicted in the novel at-Tibr by Ibr?h?m al-K?n? using the methodology of literature sociology analysis. The method used in this research is descriptive qualitative using the homologous technique. The analysis was conducted by juxtaposing literary facts and social facts in society using the concept of cultural elements according to Koentjaraningrat.
This
research found seven cultural elements according to Koentjaraningrat in the
novel at-Tibr by Ibr?h?m al-K?n?. These elements are: language,
knowledge system, social organization, living equipment and technology system,
livelihood system, religious system, and art. The language used by the Libyan
desert society is Fusha Arabic, and there are inscriptions in the T?f?n?g
alphabet. The knowledge system of the Libyan desert society includes knowledge
of flora and fauna in the form of: silphium plants, fenugreek seeds, and desert
truffles, as well as knowledge of camels and mouflons. Social organization in
the desert society is based on a tribal system, arranged marriages, and
marriage to cousins ??or paternal uncles. The living equipment and technology
system of the Libyan desert society is the clothing worn by men in the form of
a head covering or tagelmust; the dwelling of the Libyan desert society
is a tent and they live nomadically; the means of transportation in the desert
is a camel. The livelihood system of the Libyan desert society is herding and
trading. The religious system of the Libyan desert society is to believe in the
Goddess Tanit and the belief in the lote tree for Sufi circles. The art of the
Libyan desert society is playing the imz?d musical instrument while
reciting poetry and carving Tadrart Acacus petroglyphs.
Kata Kunci : Ibr?h?m al-K?n?, kebudayaan, masyarakat gurun Libya, sosiologi sastra