Laporkan Masalah

PEREMPUAN, KECANTIKAN, DAN PERFORMA DI TIKTOK: KAJIAN KRITIS ATAS REPRESENTASI VISUAL BEAUTY ENTHUSIAST DI PLATFORM TIKTOK

Erika Puji Widyastuti, Odam Asdi Artosa, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini mengkaji bagaimana TikTok menjadi ruang terbentuknya representasi kecantikan oleh para beauty enthusiast melalui konten digital. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis konten terhadap video Christy Raina serta unggahan dari tagar seperti #glassskinlook, penelitian ini menggunakan teori kultur digital Castells, representasi Stuart Hall, ideologi kecantikan Barat, cyborg, dan konsep body image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreator kecantikan tidak hanya mereproduksi standar kecantikan dominan yang berorientasi Barat, tetapi juga menghadirkan resistensi simbolik melalui ekspresi tubuh dan estetika pribadi. TikTok menjadi ruang ambivalen: algoritmanya melanggengkan komodifikasi kecantikan sekaligus memungkinkan negosiasi makna, otonomi tubuh, dan ekspresi alternatif. Studi ini berkontribusi pada kajian media, budaya, dan gender dengan menyoroti dinamika konstruksi makna kecantikan dalam kultur digital.

This research examines how TikTok serves as a space for the formation of beauty representations by beauty enthusiasts through digital content. Using a qualitative approach and content analysis of Christy Raina's videos and posts tagged with #glassskinlook, this study employs Castells's digital culture theory, Stuart Hall's representation, western beauty ideology, cyborg , and body image concepts. The results show that beauty creators not only reproduce dominant western-oriented beauty standards but also enact symbolic resistance through bodily expressions and personal aesthetics. TikTok emerges as an ambivalent space: its algorithm perpetuates the commodificatin of beauty while enabling meaning negotiation, bodily autonomy, and alternative expressions. This study contributes to media, cultural, and gender studies by highlighting the dynamics of beauty meaning construction in digital culture.

Kata Kunci : TikTok, kecantikan, representasi, kultur digital, beauty enthusiast, cyborg

  1. S1-2025-430836-abstract.pdf  
  2. S1-2025-430836-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-430836-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-430836-title.pdf