Laporkan Masalah

REPRESENTASI DIRI PEJALAN DALAM NOVEL PULANG–PERGI YANG DIBAWA DAN DITINGGALKAN: ANALISIS SASTRA PERJALANAN CARL THOMPSON

Markus Saka, Drs. Heru Marwata, M.Hum.

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini menggunakan objek material berupa novel Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan karya Alexander Thian dan objek formal mengenai keterkaitan penggambaran dunia dengan motivasi, agenda, dan ideologi melalui teori sastra perjalanan Carl Thompson. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dan memaparkan dua rumusan masalah penelitian. Pertama, peneliti mengungkap pola penggambaran dunia dalam novel Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan karya Alexander Thian. Kedua, peneliti mengungkap hubungan pola penggambaran dunia dengan motivasi, agenda, dan ideologi dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis. Dengan metode deskriptif analisis, penelitian berfokus terhadap pendeskripsian fakta-fakta tentang penggambaran dunia, motivasi, agenda, dan ideologi, yang kemudian diikuti dengan analisis pola penggambaran dunia dan kaitannya dengan motivasi, agenda, dan ideologi implisit dalam novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan karya Alexander Thian merupakan novel perjalanan yang didominasi oleh subjektivitas perspektif penulis. Meskipun penggambaran dunia dilakukan secara objektif dan subjektif, penulis menonjolkan sisi personal yang melibatkan pemikiran dan perasaan pribadi dalam memandang liyan. Analisis pola penggambaran dunia membuktikan bahwa perjalanan tersebut dilatarbelakangi oleh motivasi pribadi pejalan, yaitu perwujudan mimpi, pencarian jati diri, dan pemenuhan rekonsiliasi batin. Motivasi tersebut mengindikasikan agenda pengarang yang tercermin dari implikasi etis dan politis. Keberadaan agenda tersebut menyiratkan ideologi humanisme dan kapitalisme yang dianut penulis. Di samping itu, penelitian ini juga menyoroti transformasi pejalan dari perspektif kultural, psikologis, dan ideologis. Oleh karena itu, analisis pola penggambaran dunia menegaskan bahwa novel Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan merupakan cerminan dari motivasi, agenda, dan ideologi yang memiliki keterkaitan dan membentuk representasi diri pejalan. 

This research elaborates on Alexander Thian’s novel Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan as the material object, while the formal object concerns the interrelation between world representation, motivation, agenda, and ideology, analyzed through Carl Thompson’s theory of travel writing. The study aims to address two research problems: first, to identify the patterns of world representation in the novel Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan; and second, to examine the relationship between these patterns of representation and the underlying motivations, agendas, and ideologies within the text. A qualitative approach is employed in collecting the data, which are subsequently examined using descriptive-analytical methods. Through this approach, the research focuses on describing the facts concerning world representation, motivations, agendas, and ideologies, followed by an analysis of the patterns of representation and their connections to the implicit motivations, agendas, and ideologies in the novel. The findings demonstrate that Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan represents a travel narrative strongly marked by the author’s subjectivity. Although the world is depicted both objectively and subjectively, the author foregrounds a personal perspective that integrates individual thoughts and emotions in perceiving the Other. The analysis further reveals that the journey is motivated by personal factors such as the realization of dreams, the search for identity, and the reconciliation of inner conflicts. These motivations indicate the presence of an authorial agenda reflected in ethical and political implications, which in turn reveal humanist and capitalist ideologies. Moreover, this research highlights the transformation of the traveler from cultural, psychological, and ideological perspectives. Accordingly, the analysis of world representation emphasizes that Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan constitutes a literary reflection of the interconnectedness among motivations, agendas, and ideologies, which are interconnected and shape the traveler's self-representation. 

Kata Kunci : sastra perjalanan, penggambaran dunia, motivasi, agenda, ideologi, Pulang–Pergi yang Dibawa dan Ditinggalkan

  1. S1-2025-477300-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477300-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477300-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477300-title.pdf