Religiusitas Dalam Empat Geguritan Karya I. Kuntara Wiryamartana
Eugenia Rajane Tetabuhan, Dr. Djarot Heru Santosa, M. Hum.
2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan struktur dan makna beserta bentuk religiusitas dalam empat geguritan karya I. Kuntara Wiryamartana berjudul Ngumbara, Panyuwunan, Yèn Aku Krasa, dan Godha sebagai sample penelitian. Empat geguritan tersebut merupakan empat dari empat puluh sembilan geguritan karya I. Kuntara dalam kumpulan PANGLOCITA. Geguritan 1968-1979 yang dimuat dalam buku Sraddha - Jalan Mulia Dunia Sunyi Jawa Kuna. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan menerapkan semiotika model Rifattere yaitu mencari ketidaklangsungan ekspresi, melakukan pembacaan heuristik dan hermeneutik, mencari matrix model varian, dan menentukan hipogram.
Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan unsur ketidaklangsungan ekspresi dalam empat geguritan berupa penggantian arti, penyimpangan arti, penciptaan arti. Empat geguritan tersebut bersifat religius, dibuktikan dengan matrix dan hipogram berupa pengalaman religiusitas penyair dan pedoman yang bersumber pada ayat alkitab. Empat geguritan memberikan makna bagi manusia untuk selalu percaya kepada Tuhan, memohon kepada Tuhan, mensyukuri anugerah Tuhan, dan selalu menguatkan iman. I. Kuntara Wiryamartana sebagai penyair berupaya menghadirkan bentuk religiusitas dalam geguritannya untuk mengajak manusia berfleksi dan menghayati kehadiran Tuhan dalam menyikapi kehidupan.
This study aims to describe the structure and meaning, along with the forms of religiosity, in four geguritan (poems) by I. Kuntara Wiryamartana, entitled Ngumbara, Panyuwunan, Yèn Aku Krasa, and Godha as the research sample. These four geguritan are among the forty-nine geguritan works by I. Kuntara in the collection PANGLOCITA published between 1968 and 1979 in the book Sraddha-Jalan Mulia Dunia Sunyi Jawa Kuna. This research is qualitative and descriptive, applying Rifattere's semiotic model, namely identifying indirect expression, conducting heuristic and hermeneutic reading, developing a matrix, model, variant, and determining a hypogram.
The results of this study reveal the presence of indirect expressions in the four geguritan in the form of substitution of meaning, deviation of meaning, and creation of meaning. The four geguritan are religious in nature, evidenced by the matrix and hypogram, which represent the poet's religious experience and guidelines derived from the Bible. The four geguritan provide meaning for humans to always believe in God, pray to God, be grateful for God's gifts, and always strengthen their faith. I. Kuntara Wiryamartana, as a poet, also presents a form of religiosity in his geguritan to invite people to reflect and internalize the presence of God in responding to life.
Kata Kunci : geguritan, religiusitas, semiotik Rifattere