Laporkan Masalah

Galeri NFT (Non-fungible Token) dan Disrupsi Teknologi dalam Seni Rupa: Studi Kasus pada Superlatives Gallery

Laila Damayanti, Dr. Budi Irawanto, S.IP., M.A. , Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Non-fungible Token (NFT) adalah sebuah karya yang unik dengan sistem blockchain yang terenkripsi dan dilengkapi dengan smart contarct. NFT menjadi salah satu karya seni yang di disrupsi oleh teknologi, dimana seni dan teknologi terealisasi ke dalam satu project dan bernilai ekonomi dengan mata uang yang digunakan adalah kripto. NFT dengan gencarnya dan sempat menjadi trending di tahun 2021-2022, menjadi sebuah titik awal Superlatives Gallery berdiri dan menyatakan kehadirannya di galeri berbentuk fisik dan mendeklarasi bahwa galeri ini menjadi patron atau katalisator bagi galeri NFT pertama di ASEAN. Tulisan ini membahas bagaimana praktik seni yang dilakukan oleh Superlatives Gallery dan kiprahnya bagi masyarakat awam diluar ekosistem NFT. kemudian, penelitian ini membahas mengenai medan sosial yang terbentuk karena adanya galeri fisik dengan karya yang disajikan merupakan karya digital dengan pasar yang seharusnya hanya melalui platform online. Medan sosial yang akan dibahas, dilihat melalui 3 perpektif yaitu medan seni penciptaan, medan seni penyajian, dan medan seni pengkajian. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik seni galeri sebagai galeri NFT juga sebagai ruang distribusi karya dan edukasi NFT kemudian mengetahui medan sosial yang terjadi pada ekosistem Superlatives Gallery sebagaimana NFT merupakan karya seni yang terdisrupsi oleh teknologi.

Non-fungible Token (NFT) is a unique artwork with an encrypted blockchain system and is equipped with a smart contact. NFT is one of the artworks disrupted by technology, where art and technology are realized into one project and have economic value with the currency used is crypto. NFT with its incessant and trending in 2021-2022, became a starting point for Superlatives Gallery to stand up and declare its presence in a physical gallery and declare that this gallery is a patronage or catalyst for the first NFT gallery in ASEAN. This paper discusses how the art practice carried out by Superlatives Gallery and its work for ordinary people outside the NFT ecosystem. Then, this research discusses the social field that is formed because of the existence of a physical gallery with the works presented are digital works with a market that should only be through an online platform. The social field that will be discussed through 3 perspectives, namely the art of creation, the art of presentation, and the art of study. This research was conducted using a descriptive qualitative method with a case study approach. This research aims to find out the art practice of the gallery as an NFT gallery as well as a distribution space for NFT works and education, then find out the social field that occurs in the Superlatives Gallery ecosystem as NFT is an artwork that is disrupted by technology.

Kata Kunci : Non-fungible Token (NFT), Disrupsi teknologi, Galeri NFT, Blockchain, Medan Sosial

  1. S2-2025-526507-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526507-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526507-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526507-title.pdf