Kampanye Digital Fundraising di Media Sosial (Studi Kasus Pada Lembaga Amal, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) di Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Instagram Tahun 2022)
Ayunda Nurul Fikri, Dr. Rajiyem, S.I.P, M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis kampanye digital fundraising yang dilakukan oleh Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui platform Instagram pada tahun 2022. Dungan menggunakan kerangka komunikasi media sosial Carolyn Mae Kim (2021) yang mencakup tahapan mendengarkan (listening), strategi desain (design strategy), implementasi & monitoring (implementation & monitoring), dan evaluasi (evaluation), studi ini mengidentifikasi bagaimana Lazismu merancang dan melaksanakan kampanye penggalangan dananya di ranah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lazismu telah beradaptasi dengan transformasi komunikasi digital dan memanfaatkan Instagram sebagai wadah utama. Namun, ditemukan bahwa meskipun kalender konten telah diimplementasikan, penggunaannya masih cenderung sebagai alat publikasi daripada panduan strategis yang komprehensif, serta terdapat peluang untuk memperdalam analisis audiens dan mengoptimalkan interaksi. Lazismu juga telah menunjukkan komitmen pada transparansi dan berupaya membangun brand persona yang merefleksikan nilai-nilai organisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat upaya positif, peningkatan pada perencanaan konten yang lebih spesifik per-platform, personalisasi interaksi, serta penguatan mekanisme evaluasi dan struktur internal, sangat diperlukan. Saran yang diberikan mencakup optimalisasi kalender konten, peningkatan brand persona dan interaksi, pendalaman analisis audiens, penguatan struktur internal, dan perbaikan evaluasi. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi digital dan memberikan panduan praktis bagi lembaga fundraising lainnya.
This study describes and analyzes the digital fundraising campaign carried out by Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah through the Instagram platform in 2022. Dungan uses Carolyn Mae Kim's (2021) social media communication framework which includes the stages of listening , design strategy , implementation & monitoring. (implementation & monitoring) , and evaluation (evaluation) , this study identifies how Lazismu designs and implements its fundraising campaign in the digital realm. The results of the study show that Lazismu has adapted to the transformation of digital communication and utilized Instagram as the main platform. However, it was found that although the content calendar has been implemented, its use still tends to be a publication tool rather than a comprehensive strategic guide, and there are opportunities to deepen audience analysis and optimize interactions. Lazismu has also shown a commitment to transparency and strives to build a brand persona that reflects the organization's values. The study concludes that although there have been positive efforts, improvements in more platform- specific content planning , personalization of interactions, and strengthening of evaluation mechanisms and internal structures are needed. Suggestions provided include optimizing the content calendar, improving brand persona and interactions, deepening audience analysis, strengthening internal structures, and improving evaluation. This study is expected to contribute to the development of digital communication theory and provide practical guidance for other fundraising institutions.
Kata Kunci : Kampanye Digital Fundraising, Lazismu PP Muhammadiyah, Instagram, Komunikasi Digital