I Made Lasmawan dan Diplomasi Budaya: Studi Tentang Aktivitas Serta Komunitas Gamelan Bali di Denver, Amerika Serikat
Shindi Viona Panjaitan, Dr. Aton Rustandi Mulyana, M.Sn.; Dr. Rr. Paramitha Dyah F. M.Hum.
2024 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Gamelan Bali merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang berkembang pesat di Amerika Serikat, khususnya di Denver. Gamelan menjadi terkenal dan populer di Amerika pada pertengahan tahun 1950-an ketika Institute of Ethnomusicology di University of California Los Angeles (UCLA) mulai memperkenalkan seperangkat gamelan Jawa, yang kemudian diikuti dengan seperangkat gamelan Bali dengan beberapa pengajar dari Indonesia. Dalam perkembangannya, pembelajaran gamelan yang awalnya hanya berupa kegiatan ekstrakurikuler, kemudian menjadi mata kuliah resmi di UCLA dan terus berkembang di berbagai universitas di seluruh Amerika. I Made Lasmawan menjadi salah satu penyebarluasan pendidikan Gamelan Bali di Denver, khususnya di komunitas Tunas Mekar dan Colorado Collage. Hal ini merupakan kontribusi yang signifikan dalam diplomasi budaya Bali di Amerika Serikat. Peran I Made Lasmawan tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga menjembatani pemahaman antara dua budaya yang berbeda untuk meningkatkan rasa saling pengertian yang menjadi bagian dari konsep soft power. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk mengidentifikasi informasi yang komprehensif mengenai penyebaran pendidikan gamelan Bali di Denver. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya melalui pendidikan merupakan salah satu cara untuk mempromosikan budaya Indonesia ke Amerika. Hal ini menumbuhkan komunitas musik lokal dan global dalam menciptakan diplomasi budaya.
Gamelan Bali is one of the traditional Indonesian musical instruments that is rapidly growing in the United States, especially in Denver. Gamelan became famous and popular in America in the mid-1950s when the Institute of Ethnomusicology at the University of California Los Angeles (UCLA) began introducing Javanese gamelan sets, followed by Balinese gamelan sets with several Indonesian teachers. In its development, the learning of gamelan, which was initially only an extracurricular activity, later became an official course and continues to grow in various universities throughout America. I Made Lasmawan has been one of the disseminators of Balinese Gamelan education in Denver, particularly in the Tunas Mekar community and Colorado College. This is a significant contribution to Balinese cultural diplomacy in the United States. I Made Lasmawan's role is not only teaching, but also bridging understanding between two different cultures to increase mutual understanding which is part of the soft power concept. This research uses a qualitative method with an ethnographic approach to identify comprehensive information about the spread of Balinese gamelan education in Denver. The results of this study show that cultural diplomacy through education is one way to promote Indonesian culture to America. This fosters local and global music communities in creating cultural diplomacy.
Kata Kunci : Diplomasi Budaya, Gamelan Bali, I Made Lasmawan