Analisis Best Practice pada Keberhasilan Lapak Ganjar sebagai Inovasi Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Pemberdayaan UMKM di Jawa Tengah
FIESTA INKA PURWOKO, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.I.P., M.Si.
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Media sosial sebagai salah satu
hasil dari teknologi digital yang berkembang adalah sebuah penemuan cara
komunikasi baru secara daring atau tanpa adanya pertemuan tatap muka. Selama
pandemi COVID-19 media sosial sebagai satu-satunya alat komunikasi yang dapat
digunakan untuk tetap beraktivitas dan berinteraksi dengan masyarakat lainnya
dari rumah akibat adanya pembatasan jarak dan pertemuan secara tatap muka. Oleh
karena itu, media sosial dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan hidup
masyarakat, terutama pada masyarakat pelaku UMKM dengan aktif memasarkan
produk-produk usahanya. Lapak Ganjar adalah inovasi dari inisiatif Ganjar
Pranowo saat itu yang masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah yang
ditujukan mendukung dan membantu UMKM untuk bertahan ditengah kondisi yang
tidak pasti akibat pandemi COVID-19 dengan mempromosikan produk-produk UMKM
secara gratis di media sosial Instagram pribadinya. Dalam perjalanannya Lapak
Ganjar terus berinovasi memberikan cara-cara baru dalam mempromosikan
produk-produk UMKM di berbagai media sosial. Hasil dan dampak positif diterima
oleh masyarakat atas kehadiran program tersebut dimana banyak UMKM tetap bertahan
dan bangkit dari keterbatasan pandemi saat itu dan memberdayakan para pelaku
UMKM untuk menggunakan media sosial dan platform digital lainnya dalam
menunjang kegiatan usahanya. Atas dampak baik yang dirasakan para pelaku
UMKM menjadikan Lapak Ganjar sebagai praktik terbaik (best practice) dalam
inovasi pemanfaatan media sosial untuk pemberdayaan UMKM.
Social media as a result of
developing digital technology is the discovery of new ways of communicating
online or without face-to-face meetings. During the COVID-19 pandemic, social
media is the only communication tool that can be used to stay active and
interact with other people from home due to distance restrictions and
face-to-face meetings. Therefore, social media is used to support the survival
of the community, especially the MSME community by actively marketing their
business products. Lapak Ganjar is an innovation from Ganjar Pranowo's
initiative at that time, who was still serving as Governor of Central Java,
which was aimed at supporting and helping MSMEs to survive amidst the uncertain
conditions caused by the COVID-19 pandemic by promoting MSME products for free
on his personal Instagram social media. Throughout its journey, Lapak Ganjar
continues to innovate by providing new ways to promote MSME products on various
social media. The community received positive results and impacts from the presence
of this program, where many MSMEs survived and emerged from the limitations of
the current pandemic and empowered MSME players to use social media and other
digital platforms to support their business activities. Due to the good impact
felt by MSME players, Lapak Ganjar has become the best practice in innovation
in the use of social media to empower MSMEs.
Kata Kunci : Inovasi Best Practice, Kinerja Program, Lapak Ganjar, Pengadopsian Media Sosial