Penerapan Tata Cahaya Berbasis Konservasi pada Pameran Tetap Museum Wayang “Kekayon” Menggunakan Dialux Evo
Ari Agung Nugroho, Sektiadi, S.S., M.Hum.
2024 | Skripsi | ARKEOLOGI
Cahaya merupakan elemen penting dalam museum untuk melihat koleksi,namun efek kerusakan akibat cahaya seringkali tidak diperhatikan. MuseumWayang “Kekayon” menjadi rumah warisan budaya yaitu wayang, masih kurangoptimal dalam melakukan konservasi preventif terhadap kerusakan yangdisebabkan oleh cahaya. Penelitian ini bertolak dari pertanyaan mengenai hal-halyang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk menerapkan konservasi preventifterhadap kerusakan akibat cahaya di museum, khususnya terkait penerapan tatacahaya berbasis konservasi preventif di Museum Wayang “Kekayon”. Penelitianini dilangsungkan dengan metode studi pustaka terhadap literatur mengenaipencahayaan pada koleksi museum, studi degradasi koleksi museum akibat cahaya,studi tentang pencahayaan optimal pada koleksi, observasi ruang pameran tetapMuseum Wayang “Kekayon”, observasi koleksi Museum Wayang “Kekayon”,serta simulasi pencahayaan di ruang pameran tetap Museum Wayang “Kekayon”.Hasil penelitian ini berupa rekomendasi tata cahaya berbasis simulasi menggunakanDialux Evo dengan mempertimbangkan bahan koleksi, spesifikasi lampu LED,batas intensitas paparan cahaya, dan perlakuan terhadap lampu LED.
Light is a crucial element in museums for viewing collections, yet thedamaging effects of light are often overlooked. The Wayang “Kekayon” Museum,which houses cultural heritage in the form of wayang, has not yet optimized itspreventive conservation measures against light-induced damage. This researchstems from questions regarding what needs to be considered and done to implementpreventive conservation against light damage in museums, particularly focusing onthe application of conservation-based lighting at the Wayang “Kekayon” Museum.The study employs a literature review method, examining literature on museumcollection lighting, studies on collection degradation due to light, optimal lightingstudies for collections, observations of the permanent exhibition space of theWayang “Kekayon” Museum, observations of the Wayang “Kekayon” Museum'scollections, and lighting simulations in the permanent exhibition space of theWayang “Kekayon” Museum. The results of this study include recommendationsfor conservation-based lighting arrangements using Dialux Evo simulations, takinginto account the collection materials, LED lamp specifications, light exposureintensity limits, and treatment of LED lamps.
Kata Kunci : Kata Kunci: cahaya, kerusakan, koleksi, konservasi, lampu, museum, museum wayang “Kekayon”, pameran