Laporkan Masalah

ANALISIS KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM PAKELIRAN WAYANG PURWA LAKON “DEWI SHINTA” SAJIAN NI ELISHA ORCARUS ALASSO

Afilia Fathia Permatasari, Rudy Wiratama, S.IP. M.A.

2024 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA

Pakeliran wayang lakon "Dewi Shinta" adalah salah satu pakeliran wayang berdurasi 187 menit dalam channel youtube  Dalang Seno. Naskah "Dewi Shinta" ditulis oleh Ki Geter Pramuji Widodo dan dibawakan oleh Ni Elisha Orcarus Alasso. Pakeliran wayang ini menceritakan tentang kisah Dewi Shinta yang diculik oleh Dasamuka karena Dasamuka mengetahui jika Dewi Shinta merupakan anaknya yang telah dibuang oleh Wibisana, kemudian dirawat oleh Prabu Manthili. Dewi Shinta kemudian diusir dari Ayodya oleh Rama karena dianggap sudah tidak suci lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur naratif alur pakeliran wayang, mendeskripsikan karakter tokoh utama, dan mendeskripsikan konflik batin tokoh utama lakon "Dewi Shinta" berdasarkan pendekatan Psikoanalisis Sigmund Freud dan didukung dengan teori Struktur Naratif oleh Henry Tarigan dan teori Dramaturgi Pedalangan.

Analisis terhadap penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa struktur naratif dalam pakeliran wayang lakon "Dewi Shinta" dibagi menjadi tiga, yaitu eksposisi, komplikasi, dan resolusi. Tokoh utama dalam pakeliran wayang lakon "Dewi Shinta" ada tiga yaitu Dewi Shinta, Dasamuka, dan Rama. Tokoh Dewi Shinta digambarkan sebagai seorang wanita yang setia, penyayang, dan rela berkorban. Rama digambarkan sebagai sosok yang pemarah, kejam, egois, dan gegabah dalam mengambil keputusan. Konflik batin dalam pakeliran wayang lakon "Dewi Shinta" dibagi menjadi beberapa wujud yaitu rasa bersalah, kesedihan, kebencian, dan cinta.

The wayang performance entitled "Dewi Shinta" is one of the 187 minute wayang performances on Dalang Seno's Youtube channel. The script "Dewi Shinta" was written by Ki Geter Pramuji Widodo and performed by Ni Elisha Orcarus Alasso. This wayang pakeliran tells the story of Dewi Shinta who was kidnapped by Dasamuka because He knew that Dewi Shinta was his child who had been abandoned by Wibisana and then looked after by Prabu Manthili. Dewi Shinta was then expelled from Ayodya by Rama because she was considered no longer holypure. The aim of this research is to decribe the narrative structure, the characteristic  of the main character, and the inner conflict of the main character in the play "Dewi Shinta" based on Sigmund Freud's literary psychology approach.

The results of the analysis in this study resulted in the conclusion that the narrative structure in the wayang play "Dewi Shinta" is divided into 3 expositions, complications and resolutions. There are 3 main characters in the wayang play "Dewi Shinta", namely Dewi Shinta, Dasamuka, and Rama. The character Dewi Shinta is described as a woman who is loyal, loving, willing to make sacrifices. Dasamuka is described as a character who is strong in determination, never gives up, willing to make sacrifices. Rama is described as an angry figure, rash in making decisions, cruel and selfish. The inner conflict in the wayang play "Dewi Shinta" is  divided into several forms, namely guilt, sadness, hatred and love. 

Kata Kunci : Wayang Dewi Shinta, Struktur Naratif, Psikoanalisis, Dramaturgi Pedalangan, Konflik Batin

  1. S1-2024-428463-abstract.pdf  
  2. S1-2024-428463-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-428463-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-428463-title.pdf