Laporkan Masalah

Mengimajinasikan Bangsa dalam Sinema, Diskursus Performative Nation dalam Film Dongeng dari Dirah (1992) dan Under the Tree (2008)

RHEISNAYU CYNTARA, Prof. Dr. Wening Udasmoro, SS, M. Hum., DEA

2021 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIA

Penelitian ini mencoba menganalisa bagaimana diskursus bangsa dalam sinema Indonesia. Memilih film dari periode Orde Baru dan pascareformasi sebagai objek material, penelitian ini mengajukan dua pertanyaan, yaitu bagaimana diskursus performative nation dalam film Dongeng dari Dirah (1992) dan Under the Tree (2008) dan bagaimana pilihan genre berpengaruh pada produksi wacana kebangsaan dalam kedua film tersebut. Dengan menggunakan kerangka discourse-historical approach (DHA) Ruth Wodak yang dikombinasikan dengan teori dissemination dari Homi K. Bhabha, penelitian ini menunjukkan bahwa kedua film ini merupakan narasi tanding akan identitas bangsa yang berusaha dikonstruksi oleh negara. Bangsa dalam Dirah dibangun atas identitas pramodern yang ditafsirkan secara kritis, kolektivitas, dan relasi yang egaliter. Sedangkan bangsa dalam Tree terbentuk dari keberagaman identitas yang tidak mengasumsikan sebuah ketunggalan dalam kolektivitas namun kebergandaan yang lebih bersifat individual. Pilihan genre film eksperimental pada Dirah dan feature yang dikombinasikan dengan pengambilan gambar ala dokumenter pada Tree menunjukkan adanya produksi wacana identitas yang hibrid dan dinamis. Bukan identitas bangsa yang solid dan stabil seperti yang dirumuskan oleh Benedict Anderson.

This research tries to analyze how the discourse on nation in Indonesian cinema. Selecting films from the New Order and post-reform periods as material objects, this research asks two main questions, the discourse on performative nation in the films Dongeng dari Dirah (1992) and Under the Tree (2008) and how film genre affected the production of nation discourse in film. Using the discourse historical-approach (DHA) Ruth Wodak as framework analysis combined with dissemination theory of Homi K. Bhabha, this research shows that these two films are counter narrative of the nation's single narrative that constructed by state. Nation in Dirah is built on critically interpreted premodern identity, collectivity, and egalitarian relations. Meanwhile, the nation in the Tree is formed from a diversity of identities that does not assume a singleness in the collectivity but a more individual multiplicity. Genre option on two films shows the hybrid and dynamic production of identity discourse that always in flux. Not a solid and stable national identity as formulated by Benedict Anderson.

Kata Kunci : Orde Baru, pascareformasi, performative nation, film eksperimental, identitas bangsa, Benedict Anderson

  1. s2-2021-435133-abstract.pdf  
  2. s2-2021-435133-bibliography.pdf  
  3. s2-2021-435133-tableofcontent.pdf  
  4. s2-2021-435133-title.pdf