REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA DALAM TEKS SUNTINGAN SERAT CENTHINI TAMBANGRARAS AMONGRAGA: ANALISIS WACANA KRITIS
ANGGUN PUTRI A M, Dr. B.R. Suryo Baskoro, M.S.
2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKSerat Centhini Tambangararas Amongraga berisi berbagai pengetahuan tentang kebudayaan Jawa. Salah satunya yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah etika hidup yang melibatkan laki-laki dan perempuan. Serat Centhini pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh beberapa pihak, salah satunya adalah teks suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga yang dikoordinatori oleh Marsono. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas tentang bagaimana perempuan Jawa direpresentasikan di dalam teks suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga. Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough digunakan untuk menganalisis unsur-unsur kebahasaan, proses produksi teks, praktik sosiokultural, dan ideologi yang dikonstruksi di dalam teks suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga. Teori Sara Mills juga digunakan di dalam analisis sebagai teori penguat dan pembanding dalam menganalisis wacana yang melibatkan perempuan Jawa. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa teks suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga adalah teks bias gender karena mengandung 75% representasi negatif terhadap perempuan Jawa. Unsur-unsur kebahasaan berupa pilihan tekstual, transitivitas, dan modalitas tertentu digunakan untuk mengonstruksi representasi negatif terhadap perempuan Jawa sebagai pihak yang tersubordinasi, terdominasi, dan terdomestifikasi. Representasi tersebut juga melibatkan teks-teks lain berupa teks agama dan kisah keteladanan, pengartikulasian teks, dan konteks sosiokultural. Dari strategi-strategi tersebut, penulis menyisipkan idiologi patriarkhi.
Serat Centhini Tambangraras Amongraga contains various knowledge about Javanese culture. One of the concerns in this study is the ethics of life involving male and female. Serat Centhini has been translated into Indonesian by several parties, one of which is the edited text of Serat Centhini Tambangraras Amongraga by Marsono. This study is a qualitative research that discusses how Javanese women are represented in the translated of Serat Centhini Tambangraras Amongraga. Norman Fairclough Critical Discourse Analysis is used to analyze the linguistic elements, text production process, sociocultural practices, and ideologies constructed in translated text of Serat Centhini Tambangraras Amongraga. Sara Mills theory is also used in the analysis as a reinforcement and comparison theory in analyzing discourses involving Javanese women. The results of this study found that the edited text of Serat Centhini Tambangraras Amongraga is contains 75% negative representation of Javanese women. Linguistic elements in the form of textual choices, transitivity, and certain modalities are used to construct negative representations of Javanese women as subordinated, dominated, and domesticated parties. The representation also involves other texts in the form of religious texts and exemplary stories, text articulation, and sociocultural context. From these strategies, the author inserts a patriarchal ideology.
Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Serat Centhini, gender, perempuan Jawa