FABEL WACAN BOCAH KOLEKSI DJAKA LODANG ANALISIS FUNGSI NARATIF DAN LINGKUNGAN TINDAKAN
SITI MURDININGSIH, Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A. , Rudy Wiratama, S.IP., M.A.
2020 | Skripsi | S1 SASTRA JAWAFabel sebagai objek material penelitian ini diambil dari rubrik wacan bocah koleksi Djaka Lodang. Fabel yang penulis gunakan memiliki tema pertemanan. Ketiganya bercerita tentang tokoh utama yang kesulitan dan ditolong oleh tokoh lain. Pada saat tokoh lain mengalami kesulitan, tokoh utama membantunya sebagai bentuk balas budi. Hal tersebut menarik perhatian penulis untuk meneliti bagaimana struktur ceritanya. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua metode, yakni studi pustaka dan wawancara. Sebelum melakukan analisis penulis melakukan terjemahan pada data dengan mengelaborasikan teori terjemahan kata per kata, harafiah, dan bebas. Penelitian ini menggunakan teori struktur naratif Vladimir Propp sebagai alat untuk menganalisis objek material. Dalam penelitian ini disajikan analisis mengenai fungsi naratif dan lingkungan tindakan, kemudian di sajikan dengan metode deskripstif analitis. Pada penelitian ini terdapat 21 fungsi naratif yang terdapat pada tiga judul fabel yang dijadikan objek penelitian penulis, di antaranya: situasi awal, keberangkatan, perantara, larangan, pelanggaran, kembali, pengejaran, pengintaian, penyampaian informasi, kejahatan, penyelamatan, hukuman, kemenangan, reaksi pahlawan, penjelmaan, perpindahan tempat, ketidakhadiran, kekurangan, penetralan, tugas yang berat, dan solusi. Selain itu terdapat tiga lingkungan tindakan yang ditemukan, yakni: pahlawan (hero), penjahat (villain), dan penolong (helper). Dari penelitian ini diketahui bahwa fabel dalam wacan bocah koleksi Djaka Lodang memiliki struktur cerita yang sama. Terdapat koherensi yang sama pada ketiga fabel tersebut. Koherensi tersebut tampak dari perbuatan yang dilakukan tokoh. Perbuatan yang dilakukan tokoh tetap, meskipun pelaku dan penderitanya berbeda.
Fable as an object of research is taken from the rubric wacan bocah collection of Djaka Lodang. The fable has a friendship theme. The three fable told the story of the main character, who was having difficulty and was helped by another character. When other characters argue, the main character denies it as a form of reciprocation. This case attracts the attention of the writer to discuss how the story structure. Data collection in this study uses two methods, namely, literature study and interviews. Before conducting the analysis, the authors did a translation of the data by collaborating on the theory of word-for-word, literal and free translation. This study uses Vladimir Propp's narrative structure theory as a tool for analyzing material objects. In this study, an analysis of narrative functions and environmental actions is presented, then presented with descriptive-analytical methods. From this research, it is known that there are 21 narrative functions found in the three fable titles created by the author's research object, replaced: initial research, processed, discussed, prohibited, returned, pursuit, surveillance, information delivery, assistance, rescue, punishment, victory, hero reaction, incarnation, change of place, absence, lack, neutralization, hard work and solutions. Besides, there are three action environments found, namely: hero, the villain, and helper. From this research, it is also known that there is a same story structure. The fable has a coherence. The coherence seen from the same action even tough the characters are different.
Kata Kunci : Djaka Lodang, Fable, Fungsi Naratif, Lingkungan Tindakan