Peran Work Life Balance terhadap Employee Engagement pada Karyawan Generasi Milenial
ANISA SAWU DWI A, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog
2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPerusahaan membutuhkan karyawan yang engaged untuk mencapai tujuan perusahaan. Di sisi lain manajemen perusahaan dihadapkan pada karyawan generasi milenial yang ternyata memiliki karakteristik negatif seperti rendahnya employee engagement. Oleh karena itu, perlu digali strategi untuk meningkatkan employee engagement generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran work life balance terhadap employee engagement pada karyawan generasi milenial. Responden dalam penelitian ini adalah 76 orang karyawan PT. Aino Indonesia. Pengambilan subjek dilakukan dengan menggunakan metode non-probability sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Ultrech Work Engagement Scale (UWES) dari Schaufeli dan Bekker (2003) yang terdiri dari 17 aitem dengan aspek vigor, dedication, dan absorption, serta Work Life Balance Scale (WLBS) dari Fisher (2001) yang terdiri dari 22 aitem dengan dimensi WIPL, PLIW, dan WPLE. Hasil analisis data dengan teknik regresi linear berganda menunjukkan bahwa work life balance berperan terhadap employee engagement (F=5,793; p<0,01) dengan sumbangan efektif sebesar 19,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa work life balance merupakan faktor yang dapat memengaruhi employee engagement.
The company needs employees who are engaged to achieve company goals. On the other hand company management is confronted with millennial generation employees who turn out to have negative characteristics such as low employee engagement. Therefore, strategies need to be explored to increase millennial generation employee engagement. This study aims to determine the role of work life balance on employee engagement in millennial generation employees. Respondents in this study were 76 employees of PT. Aino Indonesia. Subjects were taken using a non-probability sampling method based on established criteria. Data collection was performed using the Ultrech Work Engagement Scale (UWES) from Schaufeli and Bekker (2003) consisting of 17 items with aspects of vigor, dedication, and absorption, as well as the Work Life Balance Scale (WLBS) from Fisher (2001) consisting of 22 items with dimensions of WIPL, PLIW, and WPLE. The results of data analysis with multiple linear regression techniques show that work life balance has an effect on employee engagement (F = 5,793; p <0.01) with an effective contribution of 19.4%. This finding shows that work life balance is a factor that can influence employee engagement.
Kata Kunci : milenial, work life balance, engagement