Laporkan Masalah

Penggunaan Media Sosial dalam Promosi Pariwisata (Studi Kasus Penggunaan Media Sosial oleh Komunitas Sragen Walker dalam Promosi Pariwisata di Kabupaten Sragen)

GHARIN PUTRA YANOTAMA, Rahayu, M.Si., M.A.

2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Community based tourism dapat menjadi salah satu alternatif dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Melibatkan partisipasi dari masyarakat secara langsung sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah menjadi peran CBT dalam aktivitas promosi pariwisata. Saat ini, mayoritas destinasi wisata dikembangkan dengan menganut konsep top-down yaitu berpusat pada komando dari pemerintah daerah. Konsep tersebut belum dapat menjangkau lapisan masyarakat secara keseluruhan karena masih berfokus pada aspek-aspek yang umum, selain itu konsep top-down belum melibatkan masyarakat secara aktif dalam aktivitas pengembangan sektor pariwisata. CBT hadir sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dengan menganut konsep bottom-up. Konsep tersebut dinilai lebih bisa mewakili kondisi masyarakat secara lebih detail karena komunitas lahir dari masyarakat itu sendiri. Keberadaan CBT dan aktivitas promosinya di tengah masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kearifan lokal dan sumber daya alam setempat yang berpotensi menjadi destinasi wisata. Tak hanya itu, CBT juga memiliki tanggungjawab sosial dalam mendidik masyarakat agar bisa merawat dan melestarikan lingkungan sebagai efek samping dari aktivitas pengembangan pariwisata. Wujud tata kelola kepariwisataan diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk mengontrol dan terlibat aktif dalam manajemen dan pembangunan kepariwisataan yang ada. Bentuk pembangunan kepariwisataan yang demikian menuntut pemberdayaan secara sistematik dan demokratis. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan dan acuan yang valid terkait dengan promosi pariwisata dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah suatu daerah dalam usaha optimalisasi potensi pariwisata sehingga dapat menjadi destinasi wisata yang lebih berkualitas dan mempunyai daya saing dengan daerah lain.

Community based tourism is considered to be an alternative idea for sustainable tourism. CBT takes roles by involving direct participation from the society and being a connector between society and the government. Nowadays, the majority of tour destination is developed by embracing top-down concept which is centered on the government to be in charge. However, the concept has not fully reached out the whole society as it still focuses on such general aspects. Besides, the top-down concept has not involved active participation from the society in promoting tourism sector. CBT connects society and the government by following bottom-up concept. This concept considered to be representing the societys situation in details as it believes that community is created from its own society. The existence of CBT and its promotion activities has purpose to improve the societys cognition about local wisdom, the natural resources and its potential to become tour destinations. Moreover, CBT has social responsibility in educating the society to conserve and taking care of the environment as the side effect of tourism development. The entity of tourism governance is expected to give chances for the local society to control and actively participate in tourism development. Those activities demand society empowerment systematically and democratically. This research is expected to offer good and valid reference related to tourism promotion and the governments policy in order to optimalize tourism potential and become a qualified tour destination that require competitiveness.

Kata Kunci : Community Based Tourism (CBT), promosi pariwisata, media sosial

  1. S1-2017-328671-abstract.pdf  
  2. S1-2017-328671-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-328671-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-328671-title.pdf