Laporkan Masalah

Representasi Maskulinitas dalam Film Karya Sutradara Perempuan di Indonesia (Analisis Semiotika Representasi Maskulinitas dalam Film Arisan ! (2003) oleh Nia Dinata)

Dwi Susanti , Budi Irawanto, M.A., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Perkembangan industri film di Indonesia dimulai pasca berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998. Kebangkitan industri film Indonesia dimulai dengan adanya judul-judul film seperti Kuldesak (1999) karya Riri Riza, Mira Lesmana, Rizal mantovani dan Nan Achnas, Petualangan Sherina (2000) karya Riri Riza, Ada Apa Dengan Cinta ? (2002) karya Rudi Soedjarwo dan Arisan ! (2003) karya Nia Dinata. Perkembangan industri film dibarengi dengan semakin diterimanya perempuan kedalam lingkup kerja yang lebih luas. Perempuan pada awalnya hanya mendapatkan tempat di dalam layar sebagai pemain. Namun sekarang, perempuan telah mendapatkan tempat di belakang layar. Perempuan mengambil peran sebagai produser, penulis naskah dan sutaradara. Nia Dinata merupakan salah satu perempuan yang memulai karirnya di dibalik layar dan menyutradarai film Arisan !. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep hegemoni maskulinitas yang selama ini telah dipakai pemerintah dalam mengkonstruksi bentuk-bentuk maskulinitas di Indonesia. Konstruksi maskulinitas tersebut terdapat pada film-film yang diproduksi melalui dengan figur bapak sebagai tokoh sentral dalam keluarga. Konstruksi maskulinitas melalui film melahirkan representasi yang akhirnya diadaptasi oleh masyarakat dan dikembangkan secara aktif dan terus menerus. Perspektif Women’s Cinema juga digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan penggunaan kacamata perempuan dalam merepresentasikan maskulinitas melalui sebuah film. Berdasarkan hasil penelitian mengenai representasi maskulinitas dalam Film Arisan ! oleh Nia Dinata terdapat representasi maskulinitas plural. Ada tiga bentuk maskulinitas yang terdapat dalam film tersebut. Yang pertama, adalah fatherhood yang terdapat melalui sosok Bob sebagai ayah yang mempunyai kepedulian terhadap kondisi keluarga dan anak-anaknya. Yang kedua, adalah laki-laki jenis baru, atau new man yaitu laki-laki metroseksual melalui tokoh Sakti dan Nino. Laki-laki metroseksual yang mempunyai karir serta kondisi ekonomi yang mapan. Selain itu laki-laki metroseksual sangat memperhatikan citra diri. Yang terakhir, adalah maskulinitas dan relasi seksual. Film Arisan ! merepresentasikan hubungan seksual sesama jenis atau homoseksual ke dalam citra yang positif. Hubungan Nino dan Sakti yang mendapatkan dukungan dari teman-teman serta keluarganya, bahkan Nino dan Sakti berani dan bangga coming out tentang identitas seksual mereka. Kata kunci : Representasi, maskulinitas dan sutradara perempuan.

The development of the film industry begin after post New Order rezime. The year 2000 be a turning point for the rise of Indonesian films, starting with the movie Petualangan Sherina in 1999 by Riri Riza, Ada Apa Dengan Cinta? 2003 and Arisan ! (2003). The development of the film industry coincides with the acceptance of women into the wider scope of work. Women initially get a place on the screen as a player only. But now, women have gained the place behind the scenes. Women take on the role as a producer, screenwriter and Director. Nia Dinata is one of the women who began her career behind the scenes and directed Arisan! Movie. This research used concept of hegemonic masculinity which have been used by the government to construct the masculinity in Indonesia. The construction of masculinity through the film by Bapak as a central figure in a family. The construction of masculinity through the film gave birth to a representation which was eventually adapted by communities and developed actively and continuously. Women’s cinema perspective also used in this research to see how women represent about masculinity in a film. There are three forms of masculinity contained in the film. The first was fatherhood that is found through Bob as a father who cares for the condition of his family and children. The second, is a new kind of man, or the new man which is the metrosexual male figure through Sakti and Nino figures. Metrosexual men who had a career as well as an established economic conditions. The last, is masculinity and sexual relations. Arisan! movie representations of same-sex sexual relationships or homosexual into a positive image. Keywords : representation, masculinity and female director

Kata Kunci : Representasi, maskulinitas dan sutradara perempuan.

  1. S2-2017-376393-abstract.pdf  
  2. S2-2017-376393-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-376393-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-376393-title.pdf