STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN MUTIARA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BELANJA DI KOTA MATARAM
DITA PEBRIANTI, Dr. Luthfi Muta'ali, M.T
2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKelurahan Karang Pule Kota Mataram merupakan salah satu daerah yang penduduknya dikenal bermatapencaharian sebagai pengrajin dan pengusaha industri kerajinan mutiara. Sebagai komoditas unggulan, industri tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik industri kerajinan mutiara, mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi daya tarik industri kerajinan mutiara, dan merumuskan strategi pengembangan industri kerajinan mutiara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara mengolah data primer menjadi data kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ialah 56 unit industri yang ada di Kelurahan Karang Pule. Pengambilan data primer dengan cara sensus dengan menyebarkan kuesioner kepada 56 pengusaha industri kerajinan mutiara, dan 30 wisatawan secara aksidental. Cara analisis data untuk tujuan pertama dan kedua dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, dan tujuan ketiga menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan industri kerajinan mutiara Karang Pule. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah karakteristik industri kerajinan mutiara merupakan usaha turun temurun, menggunakan mutiara air laut, area distribusi pemasaran didominasi di dalam negeri, dan memanfaatkan teknologi internet sebagai usaha pemasaran. Faktor kualitas produk memiliki daya tarik tinggi, sedangkan faktor paket wisata pembuatan kerajinan kurang menjadi daya tarik. Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas industri kerajinan mutiara yakni menggunakan strategi turn-around karena menempati kuadran IV pada matriks analisis SWOT. Strategi ini dilakukan dengan upaya manajemen produk dan kegiatan manajerial, seperti memperluas produk pasar, meningkatkan kinerja tenaga kerja, peningkatan akses permodalan serta mengadakan atraksi wisata. Selain strategi turn-around, penelitian ini menghasilkan beberapa strategi lain untuk meningkatkan produktivitas sesuai dengan kategori pengusaha. Kata Kunci : Industri Kerajinan Mutiara, Daya Tarik, Strategi Pengembangan, Mataram
Karang Pule village is one of the pearl handicraft industrial area in Mataram City. Commonly, the communities work as craftsmen and emtrepreneur in pearl handicraft indusrty. As a superior commodity is expected to increase its productivity. This research aims to identify the characteristics of pearl handicraft industry, to identify factors that bringing up the main attraction of pearl handicraft industry, and to formulate development strategy of pearl handicraft industry. This research uses quantitative method by processing the primary data into quantitative data. The population in this research consists of 56 pearl handicraft industry entrepreneurs. The primary data collection is done by census and by spreading the questionnaires to 56 pearl handicraft industry entrepreneurs and 30 tourists taken accidentally. The first and second purpose uses quantitative descriptive analysis, meanwhile the third purpose uses SWOT analysis to formulate development strategy of the Karang Pule pearl handicraft industry. The results shows that characteristic of pearl handicraft are hereditary businesses, using south sea pearl, the marketing area is dominated domestically, utilizing internet technology as a marketing venture. The product quality factor has high attraction. Meanwhile, the factor of tour packages in handicraft making has low attraction. SWOT analysis matrix shows that Karang Pule pearl handicraft industry is in quadrant IV, the turn-around strategy is needed to increase productivity. It is carried out by means of product management efforts and managerial activities, such as expanding market products, improving labors performance, improving access to capital, conducting tourist attractions. Beside the turn-around strategy, the result also suggests industry to increase productivity of each entrepreneur category. Keywords : Pearl Handicraft Industry, Attractiveness, Development Strategy, Mataram
Kata Kunci : Industri Kerajinan Mutiara, Daya Tarik, Strategi Pengembangan, Mataram