Laporkan Masalah

Relief Ramayana dan Krsnacaritra di Percandian Lara Jonggrang Dalam Konteks Sosial-Politik Jawa Kuna Abad IX Masehi (Sebuah Kajian Arkeologi Interpretif)

ANDRI RESTIYADI, Dr. Niken Wirasanti, M.Si.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Arkeologi

Relief Ramayana dan Krsnacaritra yang dipahatkan di Percandian Lara Jonggrang telah lama menjadi isu menarik dalam penelitian arkeologi. Relief cerita yang menceritakan tentang kepahlawanan Wisnu tersebut, dipahatkan pada percandian yang ditujukan untuk pemujaan Siwa. Kondisi tersebut pada awalnya dianggap sebagai sebuah anomali oleh beberapa peneliti. Melalui pemahaman terhadap kondisi produksi dan konsumsinya diharapkan akan dapat mengungkapkan makna Relief Ramayana dan Krsnacaritra. Makna dalam hal ini dijabarkan dalam tiga hal yaitu pesan, motivasi, dan perannya dalam kehidupan sosial-politik Jawa Kuna abad IX Masehi. Selain mengungkapkan makna kedua relief tersebut, tesis ini juga bertujuan untuk membuka kembali wacana dan permasalahan lama yang dianggap telah memiliki hasil final dengan memberikan kemungkinan permasalahan, topik bahasan, cara pendekatan, dan interpretasi baru. Paradigma yang digunakan dalam tesis ini adalah arkeologi interpretif melalui pendekatan hermeneutika. Interpretasi akan dibangun melalui pencocokan dugaan, pertanyaan, data, dan teori dalam rangka memahami kondisi produksi dan konsumsi relief cerita. Data yang digunakan dalam hal ini berupa relief cerita, prasasti, naskah, dan beberapa artefak temuan ekskavasi. Hasil diskusi terhadap kedua relief cerita tersebut menunjukkan bahwa motivasi Rakai Kayuwangi untuk memahatkan relief Ramayana dan Krsnacaritra di Percandian Lara Jonggrang berkaitan dengan modal pengetahuan sejarah yang diperolehnya melalui raja-raja sebelumnya untuk menjaga kestabilan sosial-politik masyarakat melalui pengidentifikasian diri sebagai pahlawan perang. Adapun pesan kedua relief cerita ini adalah penyetaraan pergantian kekuasaan Rakai Pikatan-Rakai Kayuwangi dengan pergantian avatara Wisnu di dunia, dalam hal ini Rama-Krsna. Adapun peran aktif relief Ramayana dan Krsnacaritra adalah mengkonstruksi modal pengetahuan sosial-politik masyarakat dengan cara mendefinisikan cara pembacaan, dan pemaknaan kisah tersebut sekaligus secara terus menerus memproduksi, menjaga, dan memelihara ideologi kekuasaan yang ditanamkan oleh Rakai Kayuwangi.

Ramayana and Krsnacaritra reliefs engraved on the Lara Jonggrang enshrinement has long been seen as an interesting issue in archaeological research. The narrative relief that tells the heroism of Vishnu, carved on the enshrinement devoted to the worship of Shiva. The condition was initially regarded as an "anomaly" by some researcher. Through an understanding of the conditions of production and consumption is expected to reveal its meaning. The meaning, in this case, is described in three ways, namely, the message, motivation, and its role in the socio-political life of ancient Java in the ninth century AD. Besides revealing the meaning of both these reliefs, this thesis also aims to reopen the discourse and the old problems are considered to have final results by providing the possibility of issues, topics, approaches and new interpretations. The paradigm used in this thesis is an interpretive archaeology by applying hermeneutic approach. Interpretation will be built through fitting the expectations, questions, data, and theories in order to understand the narrative relief production and consumption conditions. The data used to answer the research questions are narrative reliefs, inscriptions, manuscripts, and some artifacts obtains from the excavation. The discussion results of both the narrative reliefs show that the motivation of Rakai Kayuwangi to engrave Ramayana and Krsnacaritra relief on the Lara Jonggrang enshrinement relating to the historical knowledge assets gained through the previous kings to maintain the societies socio-political stability by identifying himself as a warfare hero. The message of both reliefs is equalizing the succession of Rakai Pikatan-Rakai Kayuwangi with the Wisnus avatar substitutions in the world, in this case, Rama-Krsna.The Ramayana and Krsnacaritra active role are constructing the society socio-political knowledge asset by defining the story reading and meaning, at the same time continually produce, maintain, and preserve the Rakai Kayuwangi power ideology instilled.

Kata Kunci : hermeneutika, makna, Jawa Kuna, Percandian Lara Jonggrang, relief Ramayana, relief Krsnacaritra / hermeneutic, meaning, ancient Java, Lara Jonggrang enshrinement, Ramayana relief, Krsnacaritra relief

  1. S2-2017-373708-abstract.pdf  
  2. S2-2017-373708-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-373708-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-373708-title.pdf