Laporkan Masalah

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SEKITAR AMBARRUKMO PLAZA (Studi Tentang Perubahan Habitus dan Hysteresis yang Dialami Masyarakat di Dusun Tempel dan Nologaten, Caturtunggal Depok Sleman)

ZUKHRUF ARIFIN, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Penelitian ini menjadi bagian penting dalam kajian isu-isu arus modernisasi dan pembangunan pasar modern yang semakin banyak di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan usaha untuk melihat realitas di balik fenomena persaingan Pasar Gowok sebagai pasar tradisional dan Ambarrukmo Plaza sebagai pasar Modern. Realitas tersebut adalah perubahan sosial budaya, perubahan habitus, hysteresis dan dampak-dampak yang dialami Masyarakat Dusun Tempel dan Nologaten Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta. Realitas tersebut muncul sebagai akibat dari kehadiran Ambarrukmo Plaza sebagai pasar modern yang dibawa oleh arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi untuk mengungkap realitas tersebut. Unit analisis dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar Pasar Gowok dan Ambarrukmo Plaza yang tinggal di wilayah Dusun Tempel dan Nologaten. Data dan informasi digali secara mendalam dari masyarakat dengan melakukan indept interview dan observasi partisipatif. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara mendalam dengan pendekatan fenomenologi. Analisis dilakukan dengan cara proses berpikir dan pemaknaan yang mendalam terhadap data tersebut. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi modal-modal, mengidentifikasi habitus-habitus dan menjelaskan hubungannya dengan medan Pasar Gowok dan Ambarrukmo Plaza. Penelitian ini berhasil mengungkap bahwa perubahan sosial budaya diawali dengan perubahan budaya meteriil yang ditandai dengan berdirinya Ambarrukmo Plaza. Perubahan budaya materiil menyebabkan perubahan budaya non materiil ditandai dengan pergeseran nilai-nilai budaya Jawa kerena terbentuknya budaya modern, dan perubahan perilaku dan kebiasaan belanja. Perubahan budaya non meteriil menimbulkan dampak seperti budaya konsumtif, cultural lag dan hysteresis. Perubahan budaya non materiil menimbulkan perubahan sosial yaitu perubahan terhadap struktur dan sistem kelas sosial yang baru. Penelitian ini juga menjelaskan telah terjadi perubahan semu yang menciptakan masyarakat setengah tradisional dan setengah modern. Hasil penelitian ini juga memberikan masukan terhadap Teori Praktik Bourdieu yaitu adanya perubahan semu habitus yang menyebabkan krisis habitus.

Penelitian ini menjadi bagian penting dalam kajian isu-isu arus modernisasi dan pembangunan pasar modern yang semakin banyak di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan usaha untuk melihat realitas di balik fenomena persaingan Pasar Gowok sebagai pasar tradisional dan Ambarrukmo Plaza sebagai pasar Modern. Realitas tersebut adalah perubahan sosial budaya, perubahan habitus, hysteresis dan dampak-dampak yang dialami Masyarakat Dusun Tempel dan Nologaten Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta. Realitas tersebut muncul sebagai akibat dari kehadiran Ambarrukmo Plaza sebagai pasar modern yang dibawa oleh arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi untuk mengungkap realitas tersebut. Unit analisis dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar Pasar Gowok dan Ambarrukmo Plaza yang tinggal di wilayah Dusun Tempel dan Nologaten. Data dan informasi digali secara mendalam dari masyarakat dengan melakukan indept interview dan observasi partisipatif. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara mendalam dengan pendekatan fenomenologi. Analisis dilakukan dengan cara proses berpikir dan pemaknaan yang mendalam terhadap data tersebut. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi modal-modal, mengidentifikasi habitus-habitus dan menjelaskan hubungannya dengan medan Pasar Gowok dan Ambarrukmo Plaza. Penelitian ini berhasil mengungkap bahwa perubahan sosial budaya diawali dengan perubahan budaya meteriil yang ditandai dengan berdirinya Ambarrukmo Plaza. Perubahan budaya materiil menyebabkan perubahan budaya non materiil ditandai dengan pergeseran nilai-nilai budaya Jawa kerena terbentuknya budaya modern, dan perubahan perilaku dan kebiasaan belanja. Perubahan budaya non meteriil menimbulkan dampak seperti budaya konsumtif, cultural lag dan hysteresis. Perubahan budaya non materiil menimbulkan perubahan sosial yaitu perubahan terhadap struktur dan sistem kelas sosial yang baru. Penelitian ini juga menjelaskan telah terjadi perubahan semu yang menciptakan masyarakat setengah tradisional dan setengah modern. Hasil penelitian ini juga memberikan masukan terhadap Teori Praktik Bourdieu yaitu adanya perubahan semu habitus yang menyebabkan krisis habitus.

Kata Kunci : Pasar Tradisional, Pasar Modern, Perubahan Sosial Budaya, Perubahan Habitus, Perubahan Semu, Budaya Konsumtif, Cultural lag, Hysteresis, dan Krisis Habitus

  1. S1-2016-305613-abstract.pdf  
  2. S1-2016-305613-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-305613-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-305613-title.pdf