Laporkan Masalah

Daya Saing dan Kinerja Ekspor Produk Udang Indonesia ke Pasar Utama Udang Dunia, 1996-2014

CANDRA ARYUDIAWAN, Prof. Tri Widodo, M.Ec., Ph.D.

2016 | Tesis | S2 SAINS ILMU EKONOMI

Indonesia memiliki potensi sumberdaya perikanan khususnya udang yang tinggi baik untuk produksi yang berasal perikanan tangkap laut maupun perikanan budidaya, dan merupakan pemain utama dalam perdagangan udang dunia. Analisis CMS menunjukkan bahwa peningkatan ekspor udang negara eksportir utama sebagian besar dipengaruhi oleh efek positif peningkatan ekspor dunia dan daya saing. Terkait dengan Indonesia, analisis CMS menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi Indonesia adalah distribusi pasar yang selalu menunjukkan pengaruh negatif terhadap peningkatan ekspor udang Indonesia selama 5 periode waktu pengamatan. Permasalahan tersebut terjadi karena ekspor Indonesia cenderung terkonsentrasi pada pasar utama udang dunia yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa dimana ketiga pasar tersebut menyerap lebih dari 90 persen ekspor udang Indonesia selama periode 1996-2014. Model gravitasi dipilih untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor udang Indonesia. Dengan tujuan tersebut, makalah ini membangun model gravitasi standar dan augmented gravity model, dan teknik estimasi data panel. Berdasarkan pengujian teknik estimasi, teknik random effect lebih baik dibandingkan fixed effect maupun pooled least square. Hasil empiris baik pada model gravitasi dasar dan augmented gravity model menunjukkan bahwa keanggotaan Indonesia pada ACFTA secara umum menunjukkan efek negatif dan signifikan pada ekspor udang Indonesia. Sementara, variabel dummy AJCEP menunjukkan tanda positif dan signifikan dimana hal tersebut berarti bahwa keanggotaan Indonesia pada AJCEP akan meningkatkan ekspor udang Indonesia.

Indonesia has a great potential for shrimp production both from capture fisheries and aquaculture, and the main exporter of shrimp commodity. The CMS analysis shows that the increase in exports of shrimp in the main exporting countries are largely influenced by the positive effect of the increase in world shrimp exports and increasing competitiveness. Related to Indonesia, CMS analysis shows that the main problem facing Indonesia is the market distribution which always shows a negative effect on the increase in Indonesia's shrimp exports during the five periods of observation. These problems occur because Indonesian exports tend to be concentrated in major markets world shrimp, namely the United States, Japan, and the European Union in which the three markets absorb more than 90 percent of Indonesia's shrimp exports during the period 1996-2014. The gravity model is chosed to investigate the determinants of Indonesia�¢ï¿½ï¿½s shrimp export. With this objective, this paper constructs basic and augmented gravity model, and panel data estimations. It finds that the random effect model is to be preferred than fixed effects gravity model. Empirical results showed that both on standard and augmented gravity models, Indonesia�¢ï¿½ï¿½s membership on ACFTA generally have a negatif effect and and significant on Indonesia�¢ï¿½ï¿½s shrimp export. Meanwhile, a dummy variable AJCEP show signs of positive and significant. These results are consistent with the hypothesis that it can be concluded that Indonesia's membership in AJCEP will increase Indonesia's shrimp exports.

Kata Kunci : Ekspor udang Indonesia, constant market shares, model gravitasi

  1. S2-2016-359701-abstract.pdf  
  2. S2-2016-359701-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-359701-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-359701-title.pdf