ARAHAN PENGEMBANGAN PRODUK WISATA KAWASAN GOA PINDUL BERDASARKAN PENDAPAT PENGUNJUNG
LAVI SUKMARAGA, Prof.Ir.Atyanto Dharoko,M.Phill,Ph.D;Ir.Medy Krisnany S,M.Arch
2016 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturINTISARI Objek wisata Goa Pindul adalah salah satu destinasi yang populer dari Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta, terutama di kalangan penyuka wisata goa. Goa ini begitu unik, hadir secara murni oleh proses alam yang membentuk stalaktit dan stalakmit sejak ratusan tahun di masa lampau. Daya pikat utamanya terletak pada aliran sungai bawah tanah yang terdapat di sepanjang goa. Hal ini berdampak secara signifikan terhadap popularitas sejumlah landmark menarik di desa tersebut selain peran sosial media dari wisatawan yang mengunggah baik foto maupun ulasan lewat internet. Pada tahun 2011 mengalami peningkatan yaitu 5421 wisatawan.Pada tahun 2014 kunjungan yang tercatat mencapai 82.411 wisatawan. Peningkatan kunjungan wisatawan di daya tarik wisata Goa Pindul saat ini sudah mengalami over carrying capacity/keterlampauan daya dukung pada waktu liburan sekolah atau libur akhir pekan menjadikan isu strategis yang paling mengemuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendapat wisatawan terhadap kualitas produk wisata di Kawasan Wisata Goa Pindul dan untuk mengkaji arah pengembangan potensi produk wisata Kawasan Wisata Goa Pindul berdasarkan pendapat pengunjung.Hasilnya untuk mengetahui arahan pengembangan produk wisata Kawasan wisata Goa Pindul.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode likert scale dengan pendekatan analisis kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian meliputi wisatawan, pengelola dan pemerintah daerah. Penentuan sampel wisatawan ditentukan dengan cara accidental sampling yaitu sebanyak 100 orang.Pengambilan data digunakan dengan pengamatan, kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (1) potensi produk wisata yang mulai berkembang dan cukup menarik dalam pengembangannya sebagai kawasan wisata serta terbagi menjadi dua kelompok daya Tarik wisata yaitu Daya Tarik Wisata Utama dan Daya Tarik Wisata Pendukung. Kualitas amenitas kawasan wisata Goa Pindul termasuk dalam kategori “tidak baikâ€. Untuk fasilitas amenitas yang belum terpenuhi atau dalam kondisi masih perlu dikembangkan lagi adalah kios souvenir, homestay,fasilitas kuliner dan toilet umum. Kualitas aksesibilitas mengenai infrastruktur dan visibilitas signage/ rambu penunjuk adalah Baik.Aksesibilitas menuju destinasi wisata yang ada di wilayah perencanaan sudah bagus namun sampai saat ini belum ada angkutan umum yang secara langsung melewati destinasi wisata tersebut. Dari hasil analisis dan observasi ditemukan adanya beberapa temuan penelitian: (1) Perkembangan Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Kawasan Wisata Goa Pindul dan sekitarnya terbagi menjadi dua,(2)Jumlah kunjungan wisatawan yang melebihi kapasitas di salah satu Destinasi (Goa Pindul) sehingga mengurangi kenyamanan dan menurunkan tingkat kepuasan wisatawan,(3) Kualitas Aksesibilitas dan transportasi jalan dalam kawasan wisata masih perlu ditingkatkan,(4) Infrastruktur, Fasilitas Umum dan Fasilitas Pariwisata di daya tarik wisata pendukung masih perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya,(5)Fasilitas pariwisata yang berkembang tidak tertata dengan baik sehingga menimbulkan degradasi lingkungan,dan(6) Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam perhitungan pendapatan yang diterima Untuk itu perlu arahan pengembangan yaitu : (1) Pengembangan ruang-ruang wisata tematis dalam tata hubungan yang sinergis,(2) Perencanaan Daya Tarik Wisata dalam Rangka Diversifikasi Produk Wisata,(3) Mengatur jadwal kunjungan wisatawan terutama di DTW Goa Pindul,(4) Pengembangan dan pemantapan jaringan dan prasarana transportasi,(5) Pengembangan dan Peningkatan Kemudahan pergantian moda,(6) Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata,(7) Penguatan upaya pelestarian lingkungan,(8) Meningkatkan tata kelola kelembagaan pariwisata,(9) Mengupayakan sharing profit yang proporsional dari keuntungan kegiatan pariwisata.
ABSTRACT Tourism Attraction of Goa Pindul is one popular destination of Gunungkidul Regency of Yogyakarta, particularly for those favoring cave tourism. This cave is so unique created from a natural process of stalactite and stalagmite since hundred years ago in the past. The main attraction is in the flow of its underground river along the cave. This gives a significant impact toward the popularity of several interesting landmarks in the village in addition to the role of social media of visitors uploading photos or comments through internet. In 2011, the visit increases reaching 5421 visitors. In 2014, the number of visit recorded increased, namely reaching 82.411 visitors. The increase of tourism attraction of Goa Pindul currently being over carrying capacity during school or weekend holidays makes it most strategic issue to emerge. This study is aimed at finding out how far the opinion of visitors on the product quality of Goa Pindul Tourism object and studying the development of Goa Pindul Tourism Object. The method used in this study is a likert scale through quantitative and qualitative analysis approach. The population of this study involves visitors, management and local government. Visitor sample is determined by conducting accidental sampling method with 100 people. Data collection technique used involved observation, questionnaire, and interview. From the result of analysis, it can be concluded that: (1) potential of developing tourism product and quite interesting in its development as tourism object and classified into two tourism attractions: Main Tourism Attraction and Supporting Tourism Attraction. The amenity quality of Goa Pindul tourism object is included into “Not Good†category. Several amenity facilities that are necessarily to fulfill or develop are souvenir outlet, homestay, culinary facility, and public toilet. However, the accessibility quality infrastructure and signage visibility is Good. Accessibility to the tourism destination is good, yet there is not any single public transportation directly passing through track of the tourism destination. From the analysis and observation, several findings were noted as follows: (1) development of tourism attraction at Goa Pindul tourism object and its surrounding were divided into two, (2) number of visits exceeded the capacity in one destination (Goa Pindul) by which decreased comfort and satisfaction of the visitors, (3) Accessibility quality and transportation to the tourism area is necessarily to be increased, (4) infrastructure, public and tourism facility included in the supporting attraction still needs to be increased in terms of quality and quantity, (5) developing tourism facility were not well managed that it cause an environmental degradation, and (6) lack of transparency and accountability in the received income, thus these following developments are needed: (1) development of thematic tourism spot into a synergic relation, (2) Planning of tourism attraction to make diversification of tourism product, (3) managing visit schedule of visitors particularly for tourism attraction of Goa Pindul, (4) development and stabilization of ease of mode change, (6) development of public infrastructure, public facility, and tourism facility, (7) reinforcement of environment preservation, (8) increasing management of tourism institution, (9) prioritizing proportional sharing profit of tourism activity benefit.
Kata Kunci : Goa Pindul, Pendapat Pengunjung, Produk Wisata