Laporkan Masalah

ANALISIS ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA LAYANAN KERETA API KALIGUNG DAN KERETA API KAMANDAKA (Studi Kasus: Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka Lintas Layanan Semarang-Tegal)

AMRISA ANGGUNANI, Dr.Eng. Imam Muthohar, S.T., M.T.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Penentuan tarif transportasi angkutan umum merupakan persoalan yang krusial dan sensitif dikarenakan adanya perbedaan sudut pandang dari regulator, operator dan pengguna jasa. Tarif transportasi angkutan umum belum mempertimbangkan kemampuan dan kemauan pengguna jasa sehingga perlu adanya peninjauan ulang penentuan tarif angkutan umum yang memperhatikan perbedaan kepentingan antara operator dan pengguna jasa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan dan kemauan membayar dari pengguna jasa serta membandingkannya dengan tarif yang berlaku saat ini. Penelitian dilakukan dengan metode purposive random sampling, yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 153 penumpang KA Kaligung dan 153 penumpang KA Kamandaka. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis nilai Ability to Pay (ATP) didasarkan pada alokasi dana untuk transportasi dan intensitas perjalanan, sedangkan analisis Willingness to Pay (WTP) didasarkan pada persepsi pengguna terhadap tarif atas jasa pelayanan angkutan umum. Nilai ATP dan WTP untuk responden pelajar/mahasiswa Kereta Api Kaligung masing-masing adalah Rp 57.005,00 dan Rp 52.276,00, sedangkan untuk responden non-pelajar/mahasiswa masing-masing adalah Rp 89.960,00 dan Rp 58.844,00. Sementara itu, nilai ATP dan WTP untuk responden pelajar/mahasiswa Kereta Api Kamandaka masing-masing adalah Rp 68.593,00 dan Rp 61.475,00, sedangkan untuk responden non-pelajar/mahasiswa masing-masing adalah Rp 103.092,00 dan Rp 65.816,00. Pada tarif eksisting Kereta Api Kaligung, terdapat 68,63% penumpang yang mampu membayar dan 87,58% penumpang yang mau membayar, sedangkan untuk Kereta Api Kamandaka, terdapat 67,32% penumpang yang mampu membayar dan 88,89% penumpang yang mau membayar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tarif yang berlaku saat ini dianggap oleh sebagian penumpang masih lebih mahal jika dibandingkan dengan pelayanan yang diterima.

Determination of public transportation fare is a crucial and sensitive issue due to the different interests of regulator, operator and transport users. Public transport fares have not considered the ability and willingness to pay of transport users, therefore need re-determination of public transport fares that notice the differences of interest between operator and transport users. This research is conducted to analyze the ability and willingness to pay of transport users and compare with the current existing fares. The research used purposive random sampling method that conducted by distributing questionnaires to 153 passengers of KA Kaligung and 153 passengers of KA Kamandaka. The approach used in the Ability to Pay (ATP) analysis is based on the allocation of costs for transportation and travel intensity, while the Willingness to Pay (WTP) analysis is based on the user's perception of the fare of public transport services received. The ATP and WTP value of KA Kaligung student passengers respectively Rp Rp 57.005,00 and Rp 52.276,00, while for non-student passengers respectively is Rp 89.960,00 and Rp 58.844,00. Meanwhile, ATP and WTP value of KA Kamandaka student passengers respectively Rp 68.593,00 and Rp 61.475,00, while for non-student passengers respectively is Rp 103,092.00 and Rp 65.816,00. At existing fare of KA Kaligung, there are 68,63% of the passengers were able to pay and 87,58% of the passengers are willing to pay, while for KA Kamandaka, there are 67,32% of the passengers were able to pay and 88,89% of the passengers are willing to pay. This condition indicates that the existing fares is considered by some of passengers are more expensive when compared with the service received.

Kata Kunci : Tarif, Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP)

  1. S1-2016-319477-abstract.pdf  
  2. S1-2016-319477-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-319477-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-319477-title.pdf