STEREOTIP DAN OTHERING DALAM CERETERA KAPAL ASAP KARYA ABDULLAH BIN ABDUL KADIR MUNSYI: ANALISIS POSKOLONIAL
TEGUH WICHAKSONO, Drs. Sudibyo, M.Hum.
2016 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIAPenelitian yang berjudul Stereotip dan Othering dalam Ceretera Kapal Asap(CKA) Karya Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi: Analisis Poskolonial bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk stereotip dan othering oleh bangsa Inggris yang terjadi di Melayu pada abad-19 dengan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan pembacaan mendalam terhadap CKA, menentukan rumusan masalah, menganalisis berdasarkan teori poskolonialisme, dan menyajikannya dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teks CKA yang telah disunting oleh Amin Sweeney. Pemilihan teori poskolonialisme berdasar pada asumsi bahwa CKA merupakan bentuk representasi dari kondisi Melayu pada masa kolonial Inggris abad ke-19. Dalamhikayattersebut, terdapatwacanakolonialberupastereotipdanothering. Penelitian ini menekankan posisi Abdullah sebagai narator CKA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Abdullah sebagai narator dalam CKA memberi penilaiannya tentang bangsa Eropa, Melayu, dan Arab. Bangsa Eropa dianggap Abdullah sebagai bangsa pekerja keras, rajin, dan bermartabat. Bangsa Melayu menurut stereotip Abdullah digambarkan sebagai bangsa yang pemalas, bodoh, dan irasional. Bangsa Arab digambarkan sebagai bangsa yang suka menipu masyarakat Melayu dengan mengatasnamakan agama Islam. Selain itu, bentuk-bentuk othering yang diberikan bangsa Eropa khususnya Inggris kepada bangsa Melayu yaitu dengan penggunaan istilah "negeri di bawah angin". Stereotip dan othering tersebut digunakan bangsa Eropa untuk mendominasi bangsa Melayu atas tanah, sumber daya alam, dan kebebasan mereka.
The research entitled Stereotip dan Othering dalam Ceretera Kapal Asap karya Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi: Analisis Poskolonial" aims to review the forms of stereotype and othering wich it was happened in Malay on 19th century by the British Nation with descriptive qualitative methods though phases of profound reading of the CKA, determine the problem formulation, analyzed CKA with utilization by post-colonial theory, and present them in this research. This research used Amin Sweeneys transcription of Ceretera Kapal Asap (CKA). The election of post-colonial theory to be applied is basedon the assumption that CKAis a representation of Malay condition on the British colonial era of the 19th century. On CKA, there is colonial discoursed in the form of stereotypes and othering. This research pointed Abdullah as CKA narrator. The results of this research showed that Abdullah as narrator giving his judgment about European nations,Malay peoples, and Arabic peoples. European nation has been considered by Abdullah as a nation of hard-working, diligent and dignified. According to the stereotype of the Malay race, Abdullah described it as a lazy nation, obtuse, and irrational. Arab nation has been described as the nation wich is cheated Malay peoples in the name of Islam. In addition, to forms othering of Malay peoples, they have been named as "negeri di bawah angin" by European nations. Those, the stereotypes dan othering have been used by European nations to make domination of the Malay race among their land, their natural resources, and their freedom.
Kata Kunci : CKA, poskolonial, wacanakolonial, stereotip, othering