Representasi Perempuan Dalam Tayangan Variety Show Pesbukers Edisi Valentine dan Kartini 2014-2015
ARUM SARI, Novi Kurnia, M.Si., M.A., Ph.D.; Budi Irawanto, M.A., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiSegala jenis informasi dengan mudah diperoleh melalui televisi termasuk hiburan yang saat ini telah mendominasi dengan berbagai macam format dan salah satunya adalah program variety show. Humor yang terdapat didalamnya menjadi bagian penting dari program acara ini untuk menarik minat penonton. Akan tetapi, untuk meningkatkan minat penonton tidak cukup dengan menyajikan humor yang kemudian turut menghadirkan perempuan dalam program acara. Untuk memunculkan suasana yang menghibur laki-laki tidak segan untuk menjadikan bahan lelucon yang dalam bahan lelucon tersebut terselip tindakan diskriminasi. Hal ini menjadi latar belakang penulis untuk melakukan penelitian ini. Posisi perempuan yang direpresentasikan dalam sebuah tayangan variety show merupakan tujuan penulis. Adapun variety show yang dijadikan objek penulis adalah program variety show Pesbukers edisi Valentine dan Kartini 2014-2015 yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta, ANTV. Perempuan yang menjadi objek peneliti adalah bintang tamu, pemain utama dan penonton. Metode analisis wacana kualitatif Sara Mills merupakan metode yang digunakan penulis untuk melihat posisi perempuan dalam tayangan variety show Pesbukers. Sebagai alat bantu, penulis menggunakan kode televisi milik John Fiske untuk melihat gambaran perempuan yaitu melalui lima aspek: pakaian, gerak tubuh, ekspresi, kamera dan dialog. Hasil penelitian menyebutkan bahwa perempuan dalam tayangan variety show Pesbukers edisi Valentine dan Kartini 2014-2015 diperlakukan secara tidak adil baik oleh laki-laki maupun perempuan meskipun perlakuan tersebut banyak didominasi laki-laki. Akibat perilaku diskriminasi yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan timbul perilaku seksis (perendahan terhadap perempuan). Gambaran seksisme ini banyak diketahui dari kalimat-kalimat yang dilontarkan melalui dialog sehingga menyebabkan posisi perempuan semakin lemah dan selalu menjadi sasaran. Disamping itu, posisi penonton dalam studio menjadi bagian dari pertunjukan maka tidak salah penonton perempuan turut menjadi sasaran perilaku seksis.
Nowadays, many information are easily obtained through television, including entertainment which has been dominated and one of them is variety show. Humor contained therein becomes an important part of this program to attract viewers. However to increase the interest of the viewers is not enough to present the humor, so that many of television programs involve women in it. To create an entertainment atmosphere, men do not hesitate to make a joke that leads to discrimination. This is the main reason of researcher to do this research. The position of women represented in variety show is the researcher's purpose. Pesbukers Valentine and Kartini 2014-2015 edition aired by one of television stations, ANTV, is the object of this research. There are some women who become the object of this research that is guests star, main characters and viewers. Qualitative Sara Mills���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s discourse analysis is the method used by the researcher to look at the position of women in variety show Pesbukers. As a tool, the researcher uses the television code of John Fiske to see the image of women that is through five aspects: clothes, gestures, expressions, cameras and dialogue The result says that women in the variety show Pesbukers Valentine and Kartini 2014-2015 edition unfairly treated well by men and women, though men are dominating. As a result of discrimination by men towards women creates sexist behavior (condescension toward women). Sexism is widely known the sentences in dialogue. So that, it makes women always in low position and be a target. In addition, the position of the viewers in the studio become part of the show. They make the show lively. It also can be said that viewers who are women become the target of sexist behavior.
Kata Kunci : Representasi, Perempuan, Diskriminasi, Variety show, Seksisme