Laporkan Masalah

KONSTRUKSI SELERA DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN SENI LUKIS ANAK DI GLOBALART YOGYAKARTA

MUCHAMMAD BAYU TEJO SAMPURNO, Prof. M. Dwi Marianto, MFA, PhD

2015 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi selera yang terjadi dalam pendidikan seni lukis anak di Globalart, dan menjelaskan kekerasan simbolik sebagai mekanisme konstruksi selera dan wacana yang ditimbulkannya. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pendidikan seni lukis anak di Globalart Yogyakarta. Objek formal dalam penelitian ini adalah pendidikan seni lukis anak di Globalart, sedangkan objek material adalah karya seni lukis anak Globalart. Data diperoleh dari observasi, wawancara tidak terstruktur, dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teori Pierre Bourdieu untuk menginvestigasi aktivitas pendidikan seni di Globalart yang dilihat sebagai praktik sosial. Langkah pertama dilakukan klasifikasi modal, skema persaingan, yang memengaruhi selera para anggotanya. Selanjutnya, dijelaskan kekerasan simbolik sebagai mekanisme dalam mengkonstruksi selera. Pembahasan dilanjutkan dengan meminjam teori-teori pendidikan anak. Salah satunya menggunakan perspektif Herbert Read tentang pendidikan seni yang dalam konteks tersebut menekankan pada seni sebagai pendidikan kreatif, sebagai media pendidikan dan bermain anak. Selain itu, digunakan teori milik Ki Hadjar Dewantara untuk menganalisis konsep pendidikan seni anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Globalart menjadi media konstruksi selera tentang trend sanggar, dan tentang wacana kreativitas dalam lukisan anak. Orang tua menganggap salah satu keberhasilan dari pendidikan seni dilihat dari banyaknya anak memenangkan lomba. Hal tersebut menyebabkan keseragaman tipe lukisan anak yang diinginkan atau yang dianggap baik oleh orang tua. Orang tua menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh prestise dan untuk melegitimasi anggapan tentang keberhasilan mendidik anak. Orientasi lomba tersebut memengaruhi proses pendidikan seni di Globalart, di mana guru pada akhirnya mengajarkan seni yang tidak berdasar pada hakikat pendidikan seni, namun sesuai dengan selera orang tua dan pasar. Di dalam proses pendidikan, terjadi kekerasan simbolik sebagai mekanisme penanaman ideologi atas selera kaum dominan di Globalart kepada anak. Kata kunci: prestise, selera, dan pendidikan seni anak

This research aims to explain about construction of taste in Globalart, and describe about symbolic violence as a construction of taste mechanism and related discourse. This research is case study of children art education in Globalart Yogyakarta. The object of the research is process of art education in Globalart. Data was obtained from observation, unstructured interviews, and literature study. This study uses Pierre Bourdieu theory to investigate the art education activity as a social practices. First step of analyzing is capital classification, competition schema, that affect taste of its members. Next step is explain about symbolical violence as mechanism of taste construction. Discussion continued by Herbert Read theory about art education that emphasis on art as creative education. Ki Hadjar Dewantara theory also used to analyze the concept of childrens art education. The results shows that Globalart become a taste construction media about art studios trend, and about creativity discourse on childrens painting. Parents believe that one of the success from art education can be seen from how many children won a competition. It causes in variety of childrens painting type in which the parents want or good for parents. Parents makes their children as a tool to gain prestige and to legitimate the thought about their success on educating their children. The orientation of the competition affects the process in art education at Globalart. Teachers finally teaches art not based on the nature of art itself, but according to what the parents and market wants. There is a symbolic violence in education process as an ideology implant mechanism about the taste of the dominant class at Globalart to the children. Key words: prestige, taste, and childrens art education.

Kata Kunci : prestige, taste, children, art, education

  1. S2-2015-351307-abstract.pdf  
  2. S2-2015-351307-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-351307-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-351307-title.pdf