Realisme Magis dalam Puisi "Gong" Karya Nirwan Dewanto
MAHARANI INTAN ANDALAS IRP, Prof. Dr. Faruk HT., S.U.
2015 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini membahas pengaruh kesusastraan global berupa realisme magis dalam puisi Nirwan Dewanto yang berjudul Gong. Dihadirkannya kembali mitos dalam konteks masa kini merupakan indikasi karya realisme magis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar realisme magis puisi tersebut dan membandingkannya dengan konteks posmodernisme dalam mengangkat mitos dan isu di dalamnya. Penelitian ini menggunakan teori naratif realisme magis Wendy B. Faris. Puisi Gong memiliki kelima karakteristik karya realisme magis di samping juga hubungan relasional di antara unsur tersebut. Kadar realisme magis dilihat dari tokoh dan peristiwa dapat dikatakan cukup kuat. Puisi ini menggarisbawahi isu perempuan dan akhir patriaki. Isu tersebut berkait dengan konteks posmodernisme. Penggunaan mitos dalam puisi memperlihatkan cara pandang posmodernisme yang tidak terlepas dari Jakarta sebagai konteks sosial penyair berada. Kata kunci: mitos, puisi Gong, realisme, magis, perempuan, akhir patriaki.
This research explains the effect of global literary work magical realism in Nirwan Dewanto's Gong poem. Representing the myths in the context of today became the indication of the magic realism. This research aims to know magical realism degree in Gong and to compare it with postmodernism context in elevate myths and issues in it. This research use magical realism narrative theory by Wendy B. Faris. Gong poem have five characteristic of magical realism beside the relation among the elements. Magical realism degree that seen form character and events can be say strong enough. This poem underlines the issues of women and the end of patriarchy. The issues related with postmodernism context. The myths in poem shows postmodernism point of view that can't be separate from Jakarta as social context where the poet live. Keywords: myths, Gong poem, realism, magical, women, the end of patriarchy.
Kata Kunci : mitos, puisi Gong, realisme, magis, perempuan, akhir patriaki