ANALISIS STRUKTUR INDUSTRI FARMASI INDONESIA SETELAH DIBERLAKUKAN BPJS KESEHATAN
OKTIVA CITRA DEVI, T. Hani Handoko, Dr., M.B.A.
2015 | Tesis | S2 ManajemenMeningkatnya penyakit katastrofik di Indonesia mendorong pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yaitu dengan diberlakukan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan memunculkan permasalahan dengan menurunnya penggunaan obat branded generic, obat lisensi dan obat paten karena layanan BPJS Kesehatan menekankan penggunaan obat generik. Penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dibawah harga pasaran dengan kualitas tinggi juga menjadi tantangan bagi perusahaan farmasi. Sistem pengadaan obat dengan cara lelang kemudian memasukkan kedalam E-Catalogue juga menjadi masalah bagi perusahaan yang tidak memproduksi obat generik dan tidak mempunyai pabrik di Indonesia karena tidak bisa mengikuti pelelangan obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur industri farmasi Indonesia sebelum era BPJS Kesehatan, menganalisis dampak BPJS Kesehatan pada struktur industri farmasi di Indonesia dan mengidentifikasi faktor sukses kunci dalam industri farmasi di Indonesia pada era BPJS Kesehatan. Penelitian ini menggunakan beberapa metode analisis, terdiri dari analisis lingkungan makro eksternal, analisis karakteristik industri, five forces model, analisis peta kelompok strategis dan identifikasi faktor sukses kunci. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner yang dibagikan kepada informan dari enam perusahaan yang mewakili perusahaan PMA, PMDN dan BUMN. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur industri farmasi sebelum era BPJS Kesehatan pada tahun 2003 berbentuk oligopoli, tahun 2004-2007 berubah menajdi monopolistik dan pada tahun 2011 menjadi terfragmentasi hingga tahun 2013. Setelah diberlakukan BPJS Kesehatan, struktur indutri farmasi masih terfragmetasi. Dampak dari pelaksanaan BPJS Kesehatan menunjukkan industri farmasi masih atraktif dan menarik pendatang baru untuk masuk karena potensi pasarnya yang sangat besar, serta faktor sukses kunci dalam industri farmasi pada era BPJS Kesehatan adalah kualitas sumber daya manusia, peningkatan kapasitas produksi, harga obat murah dan luasan jalur distribusi.
The increase of catastrophic illness in Indonesia pushes the government to give health insurance for society which is mentioned as BPJS Kesehatan (Social Security Administrator fo Health). BPJS Kesehatan issues problem due to decreasing of branded generic drug. The determination of Self Estimated Price (HPS) under the common price within high quality also gives an own challenging for pharmaceutical industry. Having auctions of drug procurements system then added it into the E-Catalogue also lead several problems to a company which they are not producing the generic and have no factory in Indonesia because those factories are unavailabe to join the auctions. The aims of the research are to anylize pharmaceutical industrys structure in Indonesia before BPJS Kesehatan era, it effects for the structural pharmaceutical industry in Indonesia, and to identify the key success factors in pharmaceuticals world due to BPJS Kesehatan era. This research using several methods, it consist of external macro-environments analysis, five forces model analysis, industrial characteristic analysis, strategic group maps analysis and identification of key success factors. The gathering data uses interview and spread questioner which recently shared from nine people in six companys insider who are represent several companies (PMA, PMDN, BUMN). The results are for shows that pharmaceutical industrys structure before BPJS Kesehatan era on 2003 have the form oligopoly, on 2004-2007 become monopolistic and 2011 fragmented until 2013. The industry becomes fragmented after the release of BPJS Kesehatan. The effect reveals attractiveness responses and increases new comers for the industry because it is big potential; also the key success factors within BPJS Kesehatan era are quality of human resource, the increase in production capacity, drug low fare and the expansion of its distribution.
Kata Kunci : Kata kunci: industri farmasi, struktur industri, analisis industri, five forces, lingkungan makro eksternal, peta kelompok strategis, faktor sukses kunci.