Kajian Pertambahan Jumlah Kendaraan Bermotor dan Tingkat Pelayanan Jalan di Kabupaten Karanganyar
IIM CHOIRUN NISAK, H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2015 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSalah satu pemicu tingginya pertambahan jumlah kendaraan bermotor dapat dikarenakan kemudahan pembelian kendaraan bermotor dengan sistem kredit. Salah satu upaya untuk mengurangi pertambahan jumlah kendaraan dilakukan dengan menaikkan uang muka kredit kendaraan bermotor melalui Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertambahan jumlah kendaraan bermotor, serta kondisi volume lalu lintas dan tingkat pelayanan jalan di Kabupaten Karanganyar sebelum dan sesudah dikeluarkannya kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertambahan jumlah kendaraan bermotor Kabupaten Karanganyar sebelum dan sesudah implementasi kebijakan kredit kendaraan bermotor pada tahun 2012 cenderung naik sehingga implementasi kebijakan kendaraan bermotor dengan penaikan nilai uang muka tidak banyak berpengaruh pada pertambahan jumlah kendaraan bermotor Kabupaten Karanganyar. Kondisi volume lalu lintas beberapa ruas jalan Kabupaten Karanganyar juga cenderung naik tiap tahun dan tingkat pelayanan jalan selalu A (bebas bergerak) sebelum dan sesudah implementasi kebijakan kredit kendaraan bermotor pada tahun 2012. Hasil perhitungan prediksi menunjukkan semua jalan akan tetap tergolong tingkat pelayanan jalan A (bebas bergerak) hingga tahun 2050, kecuali jalan Monginsidi akan tergolong tingkat pelayanan jalan B (stabil tidak bebas) tahun 2035 hingga tergolong tingkat pelayanan jalan F (macet) tahun 2050, dan jalan Mataram I tergolong tingkat pelayanan B (stabil tidak bebas) tahun 2045 kemudian tergolong tingkat pelayanan jalan D (mulai tidak stabil) tahun 2050.
One of the triggers of the high increasing number of motor vehicles can be the easiness of purchasing motor vehicles by doing motor vehicle loans. One way to reduce the number of vehicles was done by raising the down payment of motor vehicle loans through Bank Indonesia Circular Letter No. 14/10 / DPNP dated March 15, 2012. This study aimed to identify the increasing number of motor vehicles, as well as the condition of traffic volume and level of service in Karanganyar before and after the implementation of the policy. The method used in this research was secondary data analysis. The analysis showed that the number of motor vehicles in Karanganyar before and after implementation of motor vehicles loans policy in 2012 tended to rise, so that the motor vehicle loans policy implementation didn�t give much effect on reducing the number of motor vehicles in Karanganyar. Traffic volume conditions of some roads in Karanganyar also tended to rise each year and the level of service is always A (very good) before and after implementation of motor vehicle loans policy in 2012. The prediction calculation showed all roads level of service will remain classified as A (very good) up to 2050, except Monginsidi street will be classified as B (good) in 2035 and classified as F (congest) in 2050, and the Mataram I street will be classified as B (good) in 2045 and classified as D (poor) in 2050.
Kata Kunci : kendaraan bermotor, kredit kendaraan bermotor, volume lalu lintas, tingkat pelayanan jalan