MODEL PENGELOLAAN KAWASAN CANDI CETHO SEBAGAI WISATA BUDAYA DI KABUPATEN KARANGANYAR
JIMMI SANDI PRASETYO, Dr. Yulia A. Widyaningsih, MBA; Prof. Dr. M. Baiquni, MA.
2015 | Tesis | S2 Kajian PariwisataPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi yang ada di Kawasan Candi Cetho dan sekitarnya, kemudian mencari model pengelolaan untuk wisata budaya. Wisata budaya bukan hanya memaknai obyek secara fisik tapi juga nilai-nilainya. Penelitian ini membahas tentang bagaimana mengelola kawasan wisata yang di dalamnya terdapat benda cagar budaya agar sejalan dengan prinsip perlindungan benda cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data primer diperoleh dari analisa langsung di lapangan dan hasil wawancara dengan berbagai narasumber yang terkait. Data sekunder diperoleh dari hasil studi pustaka, internet, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dari bulan April sampai bulan Juni menggunakan metode snowball. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Dari hasil analisa diketahui bahwa di Kawasan Candi Cetho terdapat sembilan potensi wisata yakni Candi Cetho, Puri Saraswati, Candi Kethek, Kebun Teh Kemuning, Kehidupan Masyarakat setempat, Napak Tilas Brawijaya V, Kesenian Masyarakat setempat, Upacara Adat, dan Upacara Keagamaan. Namun, pengelolaan yang saat ini dilakukan oleh pihak-pihak terkait tak luput dari permasalahan, diantaranya manajemen pengelolaan Kawasan Candi Cetho yang masih tumpang tindih karena melibatkan berbagai lembaga tanpa ada penyatuan visi dan misi, kondisi fisik Candi Cetho yang rentan terhadap kerusakan akibat perubahan struktur tanah, dan keterlibatan masyarakat setempat yang masih terbatas sebagai pedagang, tukang parkir, dan penyedia tempat penginapan.
This research aimed to identify the potential of Cetho Temple area and the surroundings and then to find the management model for cultural tourism. Cultural tourism doesn't only interpret the object physically but also the value. This is discussing about how to manage a tourism area within where there is a cultural heritage so that in line with the principles of heritage preservation. This research used qualitative method. The primary data were obtained from direct analysis on the site and the interviews with related informants. The secondary data were obtained from literature study, internet and documentation. Data gathering was conducted from April to June using snowball method. Data analysis used qualitative descriptive. It has been found from the analysis that Cetho Temple area had 9 potential tourist attractions, they are Cetho Temple, Puri Saraswati, Kethek Temple, Kemuning Tea Plantation, Local Community's Lifestyle, Brawijaya V Trail, Local Community's Artwork, Traditional and Religious Ceremonies. However, the recent management which was run by related institutions could not avoid various problems, one of them was the overlapping management of Cetho Temple area due to the involvement of various institutions without any consolidation on vision and mission, the physical of Cetho Temple which was easily damaged caused by ground structure changes, and limited involvement of local community who only as vendors, park keepers and accommodation providers.
Kata Kunci : Pengelolaan kawasan candi, wisata budaya.