Laporkan Masalah

TAHAPAN PERWUJUDAN KOTA SURAKARTA SEBAGAI KOTA KREATIF DESAIN

YULIANTO WAHYU SAPUTRO, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D

2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Konsep Kota Kreatif merupakan konsep baru dalam pembangunan perkotaan. Kota Kreatif menekankan pada pergeseran paradigma dari pentingnya aspek sumber daya alam dan keadaan perkotaan bergeser kepada pentingnya orang dan tempat yang merupakan produsen dan konsumen dari kreatifitas. Tantangannya adalah bagaimana mewujudkan suatu kota menjadi Kota Kreatif dengan mensinergiskan sektor ekonomi, lingkungan, sosial dan budaya yang berorientasi pada kreatifitas. Kota Surakarta diusulkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia bersama dengan 3 kota lainnya yaitu Bandung, Yogyakarta dan Pekalongan. Melihat dari berbagai potensi, permasalahan dan perkembangan yang terjadi di Kota Surakarta hingga diajukan untuk menjadi Kota Kreatif Dunia kreteria Desain merupakan hal yang unik, sehingga penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana cara yang dilakukan untuk mewujudkan Kota Surakarta sebagai Kota Kreatif kriteia Desain. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan upaya perwujudan Kota Surakarta sebagai Kota Kreatif kriteria Desain. Metode analisis data menggunakan analisis deret waktu dan deskriptif kualitatif, sehingga dapat menjelaskan tentang upaya yang sudah dilakukan dari waktu ke waktu untuk mewujudkan Kota Surakarta sebagai Kota Kreatif kriteria Desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan Kota Surakarta memiliki bekal yang cukup untuk menjadi Kota Kreatif, terlihat dari sektor pembangunan perekonomian dan lingkungan yang berorientasi pada potensi budaya lokal dan kreatifitas. Temuan lainnya mengenai tahapan yang dilakukan, yaitu: (1) Tahap Pembangunan Kelompok Pencipta dan Desainer; (2) Tahap Pembangunan Landsape Budaya dan Tuan Rumah Pameran; (3) Tahap Penguatan Jaringan dan Pemenuhan Kriteria Kota Kreatif Desain. Namun masih ada beberapa tahap yang harus dibenahi dan persyaratan yang belum terpenuhi, khususnya infrastruktur yang mendukung terciptanya Kota Kreatif kriteria Desain. Aktor yang berperan adalah Solo Creative City Network (SCCN), Pemerintah Kota dan Komunitas Batik. Faktor yang mempengaruhi adalah Kepemimpinan, Dukungan Terhadap Progran dan Kerjasama Stakeholder.

Creative City is a new concept in urban development. Creative City concern about paradigm shifting of importance of the natural resources and urban state aspect into the importance of people and places that are producers and consumers of creativity itself. The challenge is how to realize a city into a Creative City by synergising economic, environmental, social and cultural sector that oriented in creativity. The Ministry of Tourism and Creative Economy has proposed Surakarta to UNESCO as World Creative City along with three other cities; Bandung, Yogyakarta and Pekalongan. It is unique to see the variety of potentials, issues and development taking place in Surakarta to be submitted as the World Creative City that made this study conducted to see how things are done to realize the Surakarta City as a Creative City in design criteria. This research applied the case study method. Data collected through field observations and interviews with parties related to the efforts of the embodiment of Surakarta as Creative City in design criteria. The methods of data analysis used time series analysis and qualitative description, so that the efforts that have been made from time to time to realize Surakarta as Creative City in design criteria could be explained. The results showed that overall Surakarta have enough provisions to become a Creative City, that can be seen from the economic development and environmental sectors oriented on the potential of the local culture and creativity. Other findings of the steps being taken are: (1) Development of Group Creator and Designer; (2) Development of Culture Landscape and Exhibition Host; (3) Networks Strengthening and the Compliance of Creative City in design criteria. However, there are still several steps that must be addressed as well as the completion of requirements, particularly infrastructure that supports the creation of a Creative City. The parties who should be involved to solve these problems are Solo Creative City Network (SCCN), Municipal Government and the Batik Community. Some factors which influence to meet the completion are leadership, support towards the program, and stakeholder cooperation.

Kata Kunci : Kota Kreatif, Kota Kreatif Desain, Kota Surakarta.

  1. S1-2015-284401-abstract.pdf  
  2. S1-2015-284401-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-284401-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-284401-title.pdf