Homoseksualitas dalam Slash Fiction Studi Psikoanalisis Lacanian atas Hasrat dan Fantasi Homoseksual dalam Teks Slash Fiction Super Junior
NURIL ASHIVAH MISBAH, Dr. Ratna Noviani, SIP., M.Si
2015 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaSlash fiction sebagai salah satu teks hasil reproduksi fans menyajikan gambaran relasi romantik homoseksual yang secara umum masih menjadi satu ketabuan. Sebagaimana slash fiction berkembang di banyak fandom�¢ï¿½ï¿½film, novel, atau serial televisi, genre ini juga berkembang bersamaan dengan fenomena Korean wave, salah satunya melalui K-pop. Maraknya K-pop di Indonesia membawa satu perkembangan logis pada slash fiction hasil reproduksi fans K-pop Indonesia. Konteks sosial-budaya Indonesia pada dasarnya menyajikan kultur dengan norma heteronormativitas di dalamnya, konteks yang menjadi wacana besar bagi penulis. Hal yang kemudian menimbulkan pertanyaan dalam penelitian ini tentang bagaimana hasrat dan fantasi homoseksual dalam teks slash fiction K-pop, mengingat teks ini diproduksi di Indonesia dan oleh penulis Indonesia Penelitian ini memfokuskan pada slash fiction Super Junior, salah satu boyband K-pop yang popularitasnya tinggi di Indonesia. Dengan menggunakan metode psikoanalisis Lacanian, penelitian ini menganalisa hasrat dan fantasi homoseksual dalam slash fiction Super Junior dengan mengaitkan pada konteks heteronormativitas di Indonesia sebagai the big Other (liyan) dari penulis. Penelitian ini menunjukkan bahwa norma heteronormativitas tidak begitu saja hilang dalam teks slash fiction Super Junior yang notabene merupakan teks homoseksual. Hasrat dan fantasi yang dihadirkan tentang relasi romantik antara dua subjek berjenis kelamin sama masih merepresentasi hasrat dan fantasi dalam relasi romantik heteroseksual. Subjek yang berelasi secara homoseksual dalam teks slash fiction Super Junior masing-masing digambarkan menempati posisi seksual maskulin dan feminin.
Slash fiction is a fan generated text which is done by reproducing existing texts. The genre depicts homosexual romantic relations, which is still considered as taboo by the general public. The growth of slash fiction can be seen in fandoms that is generated from films, novels, or television series. This genre also develops as part of theK-pop fandom as a true indicator of the popularity of the Korean wave, especially in Indonesia. The popularity of K-pop in Indonesia carries logical consequences of how these slash fictions are produced by Indonesian K-pop fans. Indonesian socio-cultural context is primarily based on heteronormativity which provide a grand narrative for the authors of the fan fictions. This background leads to questions on how homosexual desires and fantasies are depicted in Indonesian K-pop slash fictions, since those texts were produced in Indonesia by Indonesian K-pop fans. This study focuses on slash fictions made based on Super Junior, one of the most popular K-pop boy bands in Indonesia. The research will analyze homosexual desires and fantasies depicted in Super Junior slash fictions using Lacanian psychoanalysis, by correlating it to heteronormativity in Indonesian context, which I seen as the big Other by the authors. The study indicates that heteronormativity is not completely absent in Super Junior slash fictions, since the desires and fantasies presented in the romantic relations between same sex subjects are still represented within heterosexual romantic ones. The homosexual subjects in Super Junior slash fictions are portrayed as feminine and masculine.
Kata Kunci : slash fiction, hasrat, fantasi, homoseksualitas, heteronormativitas, relasi romantik