Laporkan Masalah

KESADARAN DAN PERSEPSI PETUGAS PUSKESMAS, KADER POSYANDU, SERTA AKADEMISI DI KOTA YOGYAKARTA TERHADAP PEDOMAN GIZI SEIMBANG (PGS) 2014

RISMA SASKI RAHMITA, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph. D ; Siti Helmyati, DCN., M.Kes

2015 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Terlihat dalam hasil Riskesdas 2013 bahwa Indonesia saat ini mengalami beban ganda masalah gizi. Prevalensi masalah gizi yang ada masih melebihi batas masalah gizi masyarakat: stunting 37,2%, underweight 19,6%, dan overweight 11,9%. Keadaan ini cukup mengkhawatirkan bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya untuk memperbaiki keadaan ini dengan wujud mengeluarkan pedoman gizi seimbang di masyarakat yang telah disesuaikan oleh perkembangan permasalahan gizi. Untuk melihat keterbacaan pedoman gizi seimbang ini di masyarakat, perlu dilihat kesadaran dan persepsi petugas puskesmas, kader posyandu, serta akademisi terhadap PGS 2014. Tujuan: Mengeksplorasi kesadaran dan persepsi petugas puskesmas, kader posyandu, serta akademisi terhadap PGS 2014. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode diskusi kelompok terarah (DKT) terhadap tiga kelompok berbeda serta metode wawancara mendalam terhadap 18 partisipan pada lima kelompok berbeda. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode pada enam partisipan yang mengikuti baik DKT maupun wawancara mendalam. Hasil Penelitian: Secara keseluruhan ada beberapa poin pesan yang dirasa kurang jelas untuk semua kelompok, seperti "banyak" dan "cukup" pada pesan 2, "protein tinggi" pada pesan 3, "aman" dan "cukup" pada pesan 7, dan "aktivitas fisik" pada pesan 10. Kesadaran yang dilihat dari pengetahuan, sikap, dan perilaku baru memunculkan hasil yang selaras untuk pengetahuan dan sikap, namun masih ada yang belum untuk perilakunya. Kesimpulan: Sejauh ini, PGS 2014 masih memunculkan beragam persepsi. Sebagian besar partisipan sudah mengetahui maksud dari dianjurkannya pesan masing-masing poin, dari segi sikap sebagian besar sudah mempunyai pilihan bahwa semua poin pesan ini penting, namun dari segi perilaku belum semuanya terlaksana dalam keseharian. Dijumpai beragam faktor yang mendasari kegagalan dan keberhasilan penerapan PGS 2014 dalam keseharian. Kata kunci: kesadaran, persepsi, PGS 2014

Background: Seen in Riskesdas 2013 that Indonesia is currently experiencing the global burden diseases. The prevalence of nutritional problems that exist beyond the limit of nutritional problems in the community: the prevalence of stunting 37,2%, underweight 19,6%, and overweight 11,9%. This situation is quite alarming for the quality of Indonesian human resources. So, it is necessary to attempt to rectify this situation by issuing a form of balanced nutrition guidelines in the community that has been adapted by the development of nutritional problems. To view this legibility balanced nutrition guidelines in the community, needs to be awareness and perception of health center officers, cadres of posyandu, and academics to PGS 2014. Goal: To explore the awareness and perception of health center officers, cadres of posyandu, and academics to PGS 2014 Method: This research is a qualitative-based research which method of focus group discussions (FGD) to three different groups and in-depth interviews of the 18 partisipants in five different groups. Data validation is done by triangulation method on six partisipants who follow both FGD and in-depth interviews. Results: Overall there are some points that it is less clear message to all groups, such as "many" and "enough" in the second message, "high protein" in the message 3, "safe" and "enough" in the message 7, and "physical activity" in the message 10. Awareness of the messages seen on the knowledge, attitudes, and new behaviors are aligned to bring the results of knowledge and attitudes, but there were not for the behavior. Conclusion: So far, PGS 2014 still raises a variety of perceptions. Most partisipants already know the intent of the message to advocate for each point, in terms of the attitude of the majority of already having the option that all important points of this message, but in terms of behavior is not all happen in everyday life. Found a variety of factors that underlie the failure of PGS in 2014 and the successful application in everyday life. Keywords: awareness, perception, balanced nutrition guidelines 2014

Kata Kunci : kesadaran, persepsi, PGS 2014

  1. S1-2015-311790-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311790-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311790-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311790-title.pdf