Pemaknaan Tato Di Kalangan Pengguna Tato Masa Kini Di Yogyakarta
KEVIN MAGRA NELWAN, Drs. Soeprapto, S.U.
2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGITato merupakan salah satu peninggalan budaya tertua di dunia, termasuk di Indonesia. Tato di Indonesia ditemui pada suku pedalaman Mentawai dan Dayak sebagai penanda kelas sosial di dalam kelompok yang didapatkan dengan syarat melakukan hal-hal tertentu dan serangkaian ritual. Saat ini tato bisa dimiliki oleh siapapun, asalkan memiliki uang untuk membayar jasa pembuatan tato itu sendiri. Penelitian ini mendeskripsikan alasan apa saja yang melatar belakangi membuat tato dan bagaimana pemaknaan terhadap tato di kalangan pengguna tato masa kini, khususnya di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Para narasumber yang terpilih dalam penilitian ini secara spesifik terdiri dari 3 profesi, diantaranya seorang anggota satuan water canon BRIMOB, kepala sebuah taman kanak kanak, seorang mahasiswa, dan seorang mahasiswi yang juga kebetulan seorang ibu rumah tangga, yang kesemuanya memiliki tato dan berdomisili di Yogyakarta. Penelitian menemukan adanya sejumlah kategori pemaknaan yang ditemui pada narasumber seperti pemaknaan secara positif, secara netral dan secara lain-lain. Sedangkan faktor - faktor yang melatar belakanginya terdiri dari faktor sosial internal dan sosial eksternal. Sehingga pemaknaan terhadap tato menjadi sangat personal. Selain itu juga ditemui bahwa selain adanya upaya membahasakan ulang tato kepada masyarakat melalui pemaknaan terhadap tatonya, para narasumber juga mencerminkan kecenderungan masyarakat tontonan. Terlebih lagi ketika tato saat ini berada pada ranah publik.
Tattoo is one of the oldest cultural heritage in the world, even in Indonesia. Tattoo in Indonesia first to be found in Mentawai and Dayak tribesand use to indicate social class in the group that obtained with doing certain things and some rituals. But these days tattoo can be owned by anyone, as long as it has the money to pay the tattooing itself. This research describes the reasons behind getting a tattoo and how exactly the meaning / interpretation of the tattoos itself getting shifted nowadays, especially in Yogyakarta. The method used in this research is descriptive qualitative methods, and data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The informants were selected in this research specifically consists of three professions, which is a water canon BRIMOB unit members, the head of a private kindergarten, a student, and a student who also a housewife, which all of them have tattoos and live in Yogyakarta . Research found a number of categories tattoos meaning among the informants, such as positive meaning, neutral meaning, and others. In addition, the factors behind the decision to get tattoed consists of social internal and social external factors. And so, the meaning of those tattoos are very sacred for it's owner. Research also found that beside of the efforts to re-express tattoo through their way to interprate their tattoos, informants also reflecting the tendencies of the society of the spectacle. Moreover, when tattoo nowadays are part of public sphere.
Kata Kunci : Kaum Muda, Alasan Bertato, Pemaknaan Tato