Sistem insentif tenaga keperawatan di badan pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kebumen
SAPTO, Tri Tunggal Eko, Sri Werdati, SKM.,M.Kes
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakatl.atar Belakang: Sistem kompensasi insentif dianggap mempunyai pengaruh paling besar dalam meningkatkan efektivitas kerja Sumber dana yang diperlukan pihak manajeman untuk membefikan insentif pada tenaga keperawatan di BPRSUD Kabupaten Kebumen adalah berasal dari dana hasil layanan di rumah sakil Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kasus. Penelitian ini mendeskripsikan pendapat dan menghimpun fakta dari para responden. Sampel penelitian diambil secara proporsional stratiffied random sampling. Hasil Penelitian: sampel penelitian menjawab pertanyaan kepuasan akan sistem insentif yang telah dijalankan adalah puas 23,3 persen dan yang menjawab tidak puas 76,7 persen . Skrip FGD menunjukkan hal yang sama dimana dari 6 kelompok perawat, hanya satu kelompok yang puas. Kesimpulan: a. Sistem insentif yang berlaku di BP-RSUD Kabupaten Kebumen menurut harapan tenaga keperawatan BP-RSUD Kabupaten Kebumen, hasil FGD / Skrip FGD bahwa sistem insentif yang diterapkan pada tenaga keperawatan saat ini, masih belum memuaskan tenaga keperawatan b. ldentifikasi tanggapan tenaga keperawatan tentang sistem insentif yang telah dilaksanakan. Hasil FGD menunjukkan dari enam hanya satu kelompok yang menyatakan cukup puas dan lima kelompok memberikan jawaban belum memuaskan atas sistem insentif tenaga keperawatan di RSUD Kabupaten Kebumen Perawat belum puas akan sistem insentif yang diterapkan untuk tenaga keperawatan di BPRSUD Kab. Kebumen.
Background: Compensation or incentive system influenced biggest in increasing work effectivities. Funding resources that needed by managament in providing incentive on nursing staffs in Kebumen district hospital comes from service fee that provided by hospital. Methods: This is a descriptive case study. The study described comment and collected fact from respondents. Samples of the study were collected using proportional stratified random sampling. Results: The result of the study shows that based on questionnaire of satisfacticn on insentive system implemented, 23.3% responqents are satisfied, while 76.7% of them are not satisfied. The result of focuss group discussion shows 6 group of nurses are not satisfied and only one of them that is satisfied. Conclusions: The results of the study shows incentive system that implemented in Kebumen District Hospital is not satisfied nursing staffs yet. Based on responses identification of nursing staffs toward incentive system shows only one group (from 6 groups) found satisfied toward incentive system implemented.
Kata Kunci : Penerapan sistem insentif,Tenaga keperawatan