Laporkan Masalah

Pengaruh Persepsi Intensitas Kerja terhadap Kesejahteraan Karyawan dengan Keterlibatan Kerja sebagai Variabel Moderasi

Narendra Yogaswara Kusumapandya, C. Budi Santoso, Dr., M.Bus.

2026 | Skripsi | MANAJEMEN

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi intensitas kerja terhadap kesejahteraan karyawan, juga peran moderasi keterlibatan kerja dalam mempengaruhi relasi tersebut. Penelitian ditujukan pada karyawan Indonesia yang aktif bekerja pada sektor formal dengan minimal masa kerja selama satu tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dihimpun melalui penyebaran kuesioner, yang kemudian dilakukan analisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) pada aplikasi SmartPLS 4. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 204 orang. Temuan penelitian menunjukkan relasi negatif antara persepsi intensitas kerja dengan kesejahteraan karyawan dengan nilai koefisien jalur sebesar -0,175 (p<0>0,05). Temuan ini menunjukkan fenomena peningkatan intensitas kerja akan menurunkan tingkat kesejahteraan karyawan melalui penambahan beban kognitif dan fisiologis yang dapat memicu penurunan tingkat fokus karyawan hingga perburukan kondisi kesehatan fisik maupun mental. Pemimpin dituntut mampu untuk menyeimbangkan tuntutan kerja dengan sumber daya kerja yang mumpuni untuk mengantisipasi dampak buruk yang terjadi. Penerapan strategic workforce planning yang mempertimbangkan tingkat dan distribusi intensitas kerja dapat menjadi pendekatan yang dinilai mampu mengelola tuntutan kerja dan mendukung kesejahteraan karyawan.

This study aims to examine the effect of perceived work intensity on employee well-being and the moderating role of work engagement in the relation. The study focuses on active Indonesian employees working in formal sector with minimum tenure of one year. Quantitative approach was employed using primary data collected through questionnaire. The data were analyzed using Structural Equation Model (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach through SmartPLS 4. The sample was selected using purposive sampling, involving 204 respondents. The results indicate that perceived work intensity has a negative and significant effect on employee well-being, with a path coefficient of -0.175 (p < 0> 0.05). These findings indicate that higher work intensity is associated with lower employee well-being, which may be related to increased cognitive and physiological demands in performing work. Such conditions may potentially affect employees’ ability to maintain focus as well as their physical and mental well-being. Therefore, leaders need to balance work demands with adequate job resources to minimize the adverse effects of work intensity. The implementation of strategic workforce planning that takes into account the level and distribution of work intensity may serve as an approach for organizations to manage increasing work demands and support employee well-being.

Kata Kunci : persepsi intensitas kerja, kesejahteraan karyawan, keterlibatan kerja

  1. S1-2026-503812-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503812-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503812-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503812-title.pdf