PERSEPSI PETANI TERHADAP PEMASARAN DIGITAL KOPI ARABIKA KECAMATAN NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG
Tegar Akbar Nugroho, Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc. ; Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. ; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan di
Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, yang berperan penting bagi
perekonomian petani setempat. Namun, di tengah pesatnya pertumbuhan pemasaran
digital dan e-commerce di Indonesia, pemanfaatannya oleh petani kopi arabika di
wilayah ini masih rendah, terutama akibat keterbatasan literasi digital dan
belum adanya pemetaan persepsi petani secara akurat. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis tingkat pengetahuan petani, persepsi petani, serta
faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani kopi arabika terhadap pemasaran
digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan 100 responden
yang dipilih secara simple random sampling dari populasi 1.228 petani kopi
arabika di empat desa Kecamatan Ngadirejo, yaitu Desa Tegalrejo, Purbosari,
Giripurno, dan Katekan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara berbasis
kuesioner skala Likert, pencatatan data sekunder, dan studi pustaka, kemudian
dianalisis menggunakan uji validitas-reliabilitas serta regresi linier berganda
dengan variabel independen berupa tingkat pengetahuan, harapan, lingkungan
sosial, media informasi, dan dukungan pemerintah/institusi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa petani memiliki tingkat pengetahuan yang sedang dan persepsi
yang netral terhadap pemasaran digital kopi arabika. Tingkat pengetahuan,
harapan, dan lingkungan sosial terbukti berpengaruh positif dan signifikan
terhadap persepsi petani, sedangkan dukungan pemerintah/institusi justru
berpengaruh negatif. Variabel harapan memiliki pengaruh paling dominan dalam
membentuk persepsi petani. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan
program penyuluhan yang memuat materi pemasaran digital secara kontekstual,
optimalisasi peran kelompok tani sebagai media interaksi antarpetani, serta
evaluasi menyeluruh terhadap program dukungan pemerintah agar lebih
partisipatif dan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
Arabica coffee is a leading commodity in Ngadirejo
District, Temanggung Regency, playing a vital role in the local farmers'
economy. However, amid the rapid growth of digital marketing and e-commerce in
Indonesia, its adoption among arabica coffee farmers in this region remains
low, largely due to limited digital literacy and the absence of an accurate
mapping of farmers' perceptions. This study aims to analyze farmers' level of
knowledge, their perception, and the factors influencing arabica coffee farmers'
perception of digital marketing. A descriptive analytical method was employed,
involving 100 respondents selected through simple random sampling from a
population of 1,228 arabica coffee farmers across four villages in Ngadirejo
District, namely Tegalrejo, Purbosari, Giripurno, and Katekan. Data were
collected through observation, Likert-scale questionnaire-based interviews,
secondary data recording, and literature review, and were analyzed using
validity-reliability tests and multiple linear regression, with knowledge
level, expectation, social environment, information media, and
government/institutional support as independent variables. The results show
that farmers possess a moderate level of knowledge and a neutral perception
toward digital marketing of arabica coffee. Knowledge level, expectation, and
social environment were found to have a significant positive effect on farmers'
perception, whereas government/institutional support had a significant negative
effect. Expectation emerged as the most dominant factor shaping farmers'
perception. These findings highlight the importance of strengthening contextual
agricultural extension programs on digital marketing, optimizing the role of
farmer groups as a medium for farmer-to-farmer interaction, and conducting a
comprehensive evaluation of government support programs to make them more
participatory and responsive to farmers' actual needs.
Kata Kunci : Kopi Arabika, Pemasaran Digital, Persepsi Petani, Tingkat Pengetahuan, Penyuluhan.