Kritik Alienasi Menurut Erich Fromm Terhadap Identitas dan Orientasi Hidup Hedonisme Digital Generasi Z
Afif Nur Aini, Dr. Septiana Dwiputri Maharani,S.S., M.Hum. ; Shoim Mardiyah, S.Fil., M.Sc.
2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Generasi Z tumbuh dalam lingkungan digital yang menjadikan hedonisme digital sebagai salah satu pola hidup yang banyak dijumpai. Media sosial berperan dalam membentuk identitas melalui pencarian pengakuan dari orang lain, sementara berbagai pengalaman hidup sering ditampilkan sebagai konten yang dapat dilihat dan dinilai oleh audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas dan orientasi hidup hedonisme digital generasi Z, serta menganalisis konsep alienasi dalam pemikiran Erich Fromm sebagai kerangka untuk menganalisis fenomena tersebut. Penelitian ini membahas persoalan tersebut melalui kajian yang berjudul Kritik Alienasi Menurut Erich Fromm terhadap Identitas dan Orientasi Hidup Hedonisme Digital Generasi Z.
Penelitian ini menggunakan metode hermeneutika filosofis dengan menelaah dan menginterpretasikan karya-karya utama Erich Fromm, yaitu Escape from Freedom, Man for Himself , The Sane Society, dan To Have or To Be?. Hasil interpretasi kemudian dianalisis dalam kaitannya dengan hedonisme digital pada generasi Z
Penelitian menunjukkan bahwa pertama, hedonisme digital berperan dalam pembentukan identitas generasi Z sehingga menjadi lebih bergantung pada respons sosial dan mudah berubah mengikutilingkungan digital, serta turut mengarahkan orientasi hidup pada tren, popularitas, dan pencarian validasi di media digital. kedua, konsep alienasi dalam pemikiran Erich Fromm dapat digunakan untuk menganalisis hedonisme digital generasi Z sebagai gejala sosial yag terbentuk dalam struktur kehidupan digital dan memengaruhi cara seseorang memandang diri serta menjalani kehidupan.
Generation Z has grown up in a digital environment where digital hedonism has become a common way of life. Social media plays a significant role in shaping identity through the pursuit of recognition from others, while various life experiences are often presented as content to be viewed and evaluated by audiences. This research aims to analyze the identity and life orientation of generation Z's digital hedonism, as well as to analyze the concept of alienation in Erich Fromm's thought as a framework for analyzing this phenomenon. This study addresses these issues through an analysis entitled Erich Fromm's Critique of Alienation on the Identity and Life Orientation of Generation Z in the Era of Digital Hedonism.
This research employs a philosophical hermeneutic method by examining and interpreting Erich Fromm’s major works, namely Escape from Freedom, Man for Himself, The Sane Society, and To Have or To Be?. The result of the interpretation are then analyzed in relation to digital hedonism among generation Z.
The findings show that first, digital hedonism plays a role in shaping generation Z's identity, making it more dependent on social responses and more susceptible to change according to the digital environment, while also directing life orientation toward trends, popularity, and the pursuit of validation on digital media. Second, the concept of alienation in Erich Fromm's thought can be used to analyze generation Z's digital hedonism as a social phenomenon embedded within the structure of digital life that influences how individuals perceive themselves and conduct their lives.
Kata Kunci : alienasi, hedonisme digital, generasi Z, identitas, Erich Fromm