Pengaruh Traffic Calming terhadap Kecepatan Kendaraan, Perilaku Pengemudi, dan Keselamatan Lalu Lintas (Studi Kasus: Jalan Letjen Suprapto, Kota Yogyakarta)
Salma Vera Paramita, Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Keselamatan
lalu lintas pada Jalan Letjen Suprapto, Yogyakarta, menjadi perhatian karena
ruas jalan berada pada kawasan komersial dengan aktivitas pertokoan, sekolah,
pejalan kaki, akses jalan lingkungan, serta pergerakan kendaraan yang beragam.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas, sementara
kecepatan kendaraan juga menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah telah
menerapkan traffic calming berupa rumble strip dan fasilitas
pendukung lainnya untuk mengendalikan kecepatan. Namun, penelitian yang
mengkaji hubungan traffic calming, kecepatan kendaraan, perilaku
pengemudi, dan keselamatan lalu lintas secara simultan masih terbatas. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan langsung dan tidak
langsung antarvariabel tersebut serta mengidentifikasi peran kecepatan
kendaraan dan perilaku pengemudi sebagai mediator.
Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares
(SEM-PLS). Data
diperoleh melalui kuesioner daring dengan skala Likert 5 tingkat dari 100
responden pengguna Jalan Letjen Suprapto yang telah melintasi ruas tersebut
dalam enam bulan terakhir. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif dan
SEM-PLS untuk menguji hubungan langsung serta pengaruh mediasi antarvariabel.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa traffic calming berpengaruh signifikan
terhadap kecepatan kendaraan dan perilaku pengemudi. Kecepatan kendaraan tidak
berpengaruh signifikan terhadap keselamatan lalu lintas, sedangkan perilaku
pengemudi berpengaruh signifikan terhadap keselamatan lalu lintas. Traffic
calming tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap keselamatan
lalu lintas, tetapi berpengaruh secara tidak langsung melalui perilaku
pengemudi. Sebaliknya, kecepatan kendaraan tidak berperan sebagai mediator.
Temuan ini menunjukkan bahwa keselamatan pada lokasi penelitian lebih berkaitan
dengan perubahan perilaku pengemudi dalam merespons kondisi jalan dan
lingkungan lalu lintas daripada perubahan kecepatan semata. Keterbatasan
penelitian terletak pada jumlah responden yang terbatas dan karakteristik
responden yang belum sepenuhnya mewakili seluruh pengguna jalan, serta
pengukuran keselamatan yang didasarkan pada persepsi responden.
Traffic safety on Jalan Letjen Suprapto, Yogyakarta,
has become a concern because the road is located in a commercial area with
various activities, including commercial activities, schools, pedestrian
movements, access to local roads, and diverse vehicle movements. These
conditions may increase the potential for traffic conflicts, while vehicle
speed has also become a concern. The government has implemented traffic calming
measures, including rumble strips and supporting facilities, to control vehicle
speed. However, studies examining the relationships among traffic calming,
vehicle speed, driver behavior, and traffic safety simultaneously remain
limited. Therefore, this study aims to analyze the direct and indirect
relationships among these variables and to identify the mediating roles of
vehicle speed and driver behavior.
This study employed a quantitative approach using
Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data were
collected through an online questionnaire using a five-point Likert scale from
100 respondents who had traveled along Jalan Letjen Suprapto within the
previous six months. Data were analyzed using descriptive statistics and
SEM-PLS to examine direct relationships and mediation effects among the
variables.
The results show that traffic calming significantly
affects vehicle speed and driver behavior. Vehicle speed does not have a
significant effect on traffic safety, whereas driver behavior has a significant
effect on traffic safety. Traffic calming does not have a significant direct
effect on traffic safety but has a significant indirect effect through driver
behavior. In contrast, vehicle speed does not act as a mediator. These findings
indicate that traffic safety at the study location is more closely associated
with changes in driver behavior in response to road and traffic conditions than
with changes in vehicle speed alone. The limitations of this study include the
limited number of respondents, respondent characteristics that may not fully
represent all road users, and the measurement of traffic safety based on
respondents' perceptions.
Kata Kunci : Traffic Calming, Kecepatan Kendaraan, Perilaku Pengemudi, Keselamatan Lalu Lintas, SEM-PLS