Laporkan Masalah

Ekonomi Etnis Migran Madura: Studi Interelasi dan Praktik Sosial-Ekonomi Pedagang Kelontong Warung Madura Di Yogyakarta

SELAMET HENDRA RIYADI, Drs. Lambang Trijono, M.A., Ph.D

2026 | Tesis | S2 Sosiologi

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai budaya etnis Madura terwujud dalam praktik ekonomi pedagang warung Madura di Yogyakarta serta bagaimana pedagang migran Madura memobilisasi jaringan sosial sebagai bagian dari interelasi antara identitas etnis, migrasi dan pengelolaan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik warung, pengelola atau penjaga warung, ketua organisasi etnis Keluarga Madura Yogyakarta (KMY), serta pengurus Paguyuban Toko Kelontong (PTK). Analisis data dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekonomi pedagang warung Madura di Yogyakarta tidak berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Madura seperti resiprositas, kepercayaan (trust), solidaritas, dan etos kerja yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang kemudian dikonversi menjadi modal ekonomi melalui jaringan kekerabatan, hubungan migrasi, dan kerja sama antar sesama migran Madura di Yogyakarta. Selain modal sosial, penelitian ini juga menemukan bahwa modal budaya berupa etos kerja dan modal simbolik berupa identitas “Warung Madura” turut berkontribusi dalam membangun kepercayaan konsumen serta memperkuat daya saing usaha di engah ekspansi ritel modern di kota yang plural.

Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa jaringan sosial memiliki peran penting dalam proses migrasi, distribusi pekerjaan, pengelolaan usaha, hingga reproduksi ekonomi etnis di perantau. Namun demikian, solidaritas etnis tidak bekerja secara merata bagi seluruh anggota komunitas. Terdapat diferensiasi internal dalam akses terhadap organisasi etnis, jaringan sosial, dan sumber daya ekonomi. temuan ini menunjukkan bahwa keberlangsungan ekonomi etnis tidak hanya ditentukan oleh kuatnya modal sosial, tetapi juga memerlukan penguatan kewargaan yang inklusif, perlindungan hukum, dan hubungan sosial yang lebih terbuka dengan masyarakat lokal. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya kajian ekonomi etnis melalui pembacaan kritis mengenai relasi antara modal sosial, identitas etnis, kerentanan migran, dan kewargaan dalam konteks Masyarakat perkotaan yang multikultural.

Kata kunci: Ekonomi etnis, Warung Madura, migrasi, modal sosial, jaringan sosial, kewargaan 

ABSTRACT

This study examines how the cultural values of the Madurese ethnic group are manifested in the economic practices of Madurese grocery stall (Warung Madura) merchants in Yogyakarta, and how these migrant merchants mobilize sosial networks to navigates the complex interrelations among ethnic identity, migration, and business management. This study utilizes a qualitative case study design, gathering empirical data through observation, in-depth interviews, and documentation involving stall owners, managers, the Head of Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) and the board of the Grocery Stall Association (Peguyuban Toko Kelontong/PTK). Data were analyzed interactively through the sequential stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The finding reveals that the economic practice of Warung Madura merchants in Yogyakarta transcend mere profit orientation. They are profoundly shaped by core Madurese cultural values, including reciprocity, trust, solidarity, and a resilient work ethic. These values function as vital sosial capital, which is subsequently converted into economic capital through kinship networks, migratory ties, and cooperation among fellow migrants. Furthermore, the study highlights that cultural capital manifested as an enduring work ethic and symbolic capital embodied in the distinct and widely recognized Warung Madura identity significantly contribute to building consumer trust and enhancing business competitiveness amid the aggressive expansion of modern retail corporations.

Additionally, this study demonstrates that sosial networks play a pivotal role in facilitating the migration process, job, distributing, business management, and the reproduction of the ethnic economy in the migrant destination. Nevertheless, ethnic solidarity does not benefit all community members equally. Internal differentiation manifests in disparate access to ethnic organizations, sosial networks, and economy resources among the migrants. This underscore that the long-term suitability of an ethnic economy is not solely determined by the strength of its internal sosial capital. Rather, it imperatively requires the reinforcement of inclusive citizenship, robust legal protection, and more open sosial relations with the host community. Consequently, this study enriches the discourse on ethnic economies by providing a critical examination of the intersections among sosial capital, ethnic identity, migrant vulnerability, and citizenship within a multicultural urban society.

Keywords: Ethnic economy, Warung Madura, migration, sosial capital, sosial network, citizenship.

Kata Kunci : Ethnic economy, Warung Madura, migration, sosial capital, sosial network, citizenship.

  1. S2-2026-547319-abstract.pdf  
  2. S2-2026-547319-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-547319-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-547319-title.pdf