Analisis Zonasi Komoditas Pedagang dan Strategi Distribusi Pengunjung sebagai Dasar Revitalisasi Pasar Pakem, Kabupaten Sleman
Kanya Cinantya Nisaaloka, Fatima Putri Prativi, S.T., M.Ec.Dev.
2026 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti
Pasar Pakem mengalami penurunan fungsi yang ditandai ketimpangan arus pengunjung, yaitu sekitar 60% masuk melalui pintu utara dan hanya 40% melalui pintu selatan. Ketimpangan ini berhadapan dengan sebaran ruang dagang yang justru lebih padat di sisi sepi, karena 364 dari 661 unit atau 55,2?rada di sisi pintu selatan dan seluruh 26 unit yang tidak termanfaatkan juga berada di sisi tersebut, terkonsentrasi pada zona kebutuhan rumah tangga dan non pangan, buah-buahan, serta produk olahan dan siap saji. Selain itu, tarif retribusi yang tidak membedakan posisi lapak terhadap arus pengunjung dan mutu pasar yang belum memenuhi SNI nomor 8152 tahun 2021, sementara rencana revitalisasi tahun 2027 belum didukung kajian ilmiah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola belanja pengunjung, mengukur mutu Pasar Pakem terhadap SNI nomor 8152 tahun 2021, dan merumuskan strategi zonasi komoditas serta distribusi pengunjung berupa penataan ulang (re-layout) di atas denah eksisting. Metode campuran digunakan dengan memadukan Market Basket Analysis, Gap Analysis SNI nomor 8152 tahun 2021, dan Importance-Performance Analysis sebagai analisis pendukung. Hasilnya menunjukkan keterkaitan pembelian terkuat antara Bumbu Dapur Utama, Rempah dan Empon-empon, serta Sayuran Daun dengan lift ratio 2,222, tingkat kesesuaian SNI 55,32?n rata-rata tingkat kesesuaian IPA 84,66?ngan enam atribut pada Kuadran I. Integrasi ketiganya menghasilkan re-layout tujuh zona komoditas bergradasi dari kering ke basah, dengan klaster berasosiasi terkuat ditempatkan di bagian dalam pasar untuk menarik arus pengunjung ke zona selatan.
Pakem
Market is experiencing a functional decline characterized by an imbalance in
visitor flow approximately 60% of visitors enter through the north entrance,
while only 40% use the south entrance. This imbalance contrasts with the
distribution of trading spaces, as the quieter side actually houses a higher
density of stalls specifically, 364 of the 661 units (55.2%) are located on the
south side. Furthermore, all 26 unoccupied units are situated on this side,
concentrated in zones for household necessities, non-food items, fruits, and
processed or ready-to-eat products. Additional issues include levy rates that
do not account for stall positioning relative to visitor flow and market
quality that fails to meet the SNI 8152 of 2021 standard, alongside a planned
2027 revitalization that lacks scientific backing. This study aims to analyze
visitor shopping patterns, assess Pakem Market’s quality against SNI 8152 of 2021,
and formulate strategies for commodity zoning and visitor distribution through
a re-layout based on the existing floor plan. A mixed-methods approach was
employed, integrating Market Basket Analysis (MBA), SNI 8152 of 2021 Gap
Analysis, and Importance-Performance Analysis (IPA) as a supporting method.
Results revealed the strongest purchasing associations among Main Kitchen
Seasonings, Spices and Rhizomes, and Leafy Vegetables (lift ratio 2.222) an SNI
compliance rate of 55.32% and an average IPA compliance rate of 84.66%, with
six attributes falling into Quadrant I. Integrating these findings resulted in
a re-layout featuring seven commodity zones graded from dry to wet, with the
cluster showing the strongest associations placed in the market's interior to
draw visitor flow toward the southern zone.
Kata Kunci : Zonasi komoditas pedagang, Distribusi pengunjung, Market Basket Analysis, SNI 8152:2021, Re-layout pasar rakyat.