Laporkan Masalah

Perbedaan Karakteristik Musikal Reyog Tanggap dan Reyog Garap Ponorogo: Perspektif Pertunjukan Partisipatoris dan Presentasional

ICHA MAHARANI UMAIRA, Dr. Aton Rustandi M., M.Sn. ; Dr. G. R. Lono L. Simatupang, M.A.

2026 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Penelitian ini mengkaji perbedaan musikal antara reyog tanggap (obyog) dan reyog garap (reyog panggung) Ponorogo dalam kerangka teori pertunjukan partisipatoris dan presentasional Turino (2008) serta konsep play-display Simatupang (2019), dengan didukung konsep kompetensi musikal Brinner (1995) dan kerangka model tripartit Merriam (1964). Pengakuan reyog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage oleh UNESCO pada tahun 2024 dengan status in need of urgent safeguarding menjadi momentum penting untuk meninjau kembali karakteristik musikal kedua ranah tersebut. Melalui pendekatan etnomusikologi kualitatif, penelitian ini menggunakan kerja lapangan etnografis, wawancara mendalam, dan analisis musikal pada beberapa grup representatif di Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan musikal antara keduanya tidak bersifat oposisi biner yang kaku, melainkan membentuk spektrum sosiomusikal yang cair (mixing fields). Pada level elemen musikal, reyog tanggap kontemporer sebagai ruang partisipatoris secara dinamis mulai mengadopsi karakter musikal reyog garap, seperti polifoni slompret (pecahan), rekonfigurasi kethuk-kenong menjadi format bonang, hingga hadirnya sinden demi menjaga daya tarik penonton. Sebaliknya, reyog garap yang berorientasi pada display menekankan kontrol artistik yang ketat, aransemen kompleks, dan sistem latihan berbasis notasi melalui specialized competence. Intervensi institusional melalui kebijakan Buku Kuning (1993) dan panduan festivalisasi memang mendorong standardisasi estetika, namun di sisi lain memicu respons negosiasi yang beragam dari para seniman–mulai dari kepatuhan aturan, improvisasi bebas, hingga ekspresi nostalgia musikal lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi bunyi dalam reyog Ponorogo senantiasa mencerminkan dialektika antara intimasi keterlibatan kolektif masyarakat dan kemegahan tontonan estetis.

This study examines the musical differences between reyog tanggap (obyog) and reyog garap (festival) in Ponorogo within the theoretical framework of Turino's (2008) participatory-presentational performance and Simatupang's (2019) play-display concept, supported by Brinner's (1995) musical competence and Merriam's (1964) tripartite model. The inscription of reyog Ponorogo into the UNESCO Intangible Cultural Heritage list in late 2024 under the "in need of urgent safeguarding" status marks a crucial momentum to review its musical characteristics. Applying a qualitative ethnomusicological approach, this research utilizes ethnographic fieldwork, in-depth interviews, and musical analysis of representative groups in Ponorogo. The findings reveal that the musical boundaries between the two forms do not function as rigid binary oppositions, but form fluid, dynamic sosiomusical "mixing fields". At the structural level, contemporary reyog tanggap as a play domain dynamically integrates features of reyog garap, such as polyphonic slompret (pecahan), transforming kethuk-kenong into a bonang format, introducing sinden, and adding saron to maintain audience engagement. Conversely, the display-oriented reyog garap prioritizes strict artistic control, intricate arrangements, and notation-based rehearsals using specialized competence. Institutional interventions through the Buku Kuning (1993) manual and festivalization drive aesthetic standardization, yet trigger diverse negotiations among artists, ranging form adherence and rule-transcending improviastions to expressions of musical nostalgia. This study concludes that sound transformation in reyog Ponorogo consistently reflects a dialectic between collective intimacy and aesthetic grandeur.

Kata Kunci : reyog Ponorogo, reyog tanggap, reyog garap, musik partisipatoris, musik presentasional

  1. S2-2026-547881-abstract.pdf  
  2. S2-2026-547881-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-547881-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-547881-title.pdf