Laporkan Masalah

Strategi Jejaring Aktor Dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N): Studi Kasus Cabang Lomba Menyanyi Solo Tingkat SMA Negeri Di Padang Panjang Tahun 2022-2024

Abdur Rahman Sholeh,  Dr. Aton Rustandi Mulyana, M.Sn ; Dr. RR. Paramitha Dyah Fitriasari, S.Ant., M.Hum.  

2026 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Penelitian ini mengkaji jaringan aktor yang terlibat dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Menyanyi Solo tingkat SMA di Kota Padang Panjang tahun 2022 hingga 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan kerangka Actor-Network Theory (ANT) dari Bruno Latour, penelitian ini menelusuri bagaimana aktor manusia dan non manusia saling terhubung dalam ekosistem kompetisi seni tersebut.

Temuan menunjukkan bahwa FLS2N berperan sebagai actant utama yang menggerakkan seluruh jejaring, mulai dari kebijakan pemerintah, Dana BOS, sekolah, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, pelatih, peserta didik, hingga orang tua. Proses translasi melalui empat tahapan, yaitu problematisation, interessement, enrollment, dan mobilisation, mengungkap adanya kesenjangan struktural, khususnya keterbatasan. Dana BOS yang berdampak langsung pada ketersediaan dan kualitas pelatih. Selain itu, ditemukan praktik negosiasi informal antara sekolah dan pelatih yang tidak tercermin dalam dokumen resmi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan peserta didik di panggung kompetisi merupakan hasil kolektif dari seluruh jejaring, bukan semata kemampuan individu.

This study examines the actor network involved in the National Student Arts Festival (FLS2N) solo singing category at the senior high school level in Padang Panjang City from 2022 to 2024. Using a qualitative case study approach and Actor-Network Theory (ANT) by Bruno Latour, the research traces how human and non-human actors are interconnected within the arts competition ecosystem.

Findings reveal that FLS2N functions as the primary actant mobilizing the entire network, encompassing government policies, School Operational Assistance funds (BOS), schools, the Indonesia Institute of Arts Padang Panjang (ISI), coaches, students, and parents. The translation process through four stages, namely problematisation, interessement, enrollment, and mobilisation, exposes structural gaps, particularly BOS funding limitations that directly affect coach availability and quality. Informal negotiation practices between schools and coaches that go undocumented in official records were also identified. The study concludes that students' competitive performance represents a collective outcome of the entire network rather than individual ability alone.

Kata Kunci : FLS2N, Actor-Network Theory, Menyanyi Solo, pelatih vokal, Dana BOS, Padang Panjang

  1. S2-2026-546037-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546037-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546037-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546037-title.pdf