Laporkan Masalah

PRODUKSI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT CERITA AJA DULU SEBAGAI UPAYA MENDORONG PENGUNGKAPAN PERASAAN PADA LAKI-LAKI (PERAN PENULIS NASKAH DALAM PENGEMBANGAN NARASI DAN STRUKTUR PENCERITAAN)

Dyah Mukti Kusumaningrum, Massageng Widagdhaprasana, SL.P, MMtg.Comm. ; Luhki Herwanayogi, S.I.P.

2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Laporan tugas akhir ini membahas proses produksi iklan layanan masyarakat Cerita Aja Dulu, dengan fokus pada peran penulis naskah dalam pengembangan narasi dan struktur penceritaan. Karya ini diproduksi sebagai respons terhadap fenomena keterbatasan laki-laki dalam mengungkapkan perasaan yang disebabkan oleh konstruksi maskulinitas tradisional dalam dinamika sosial masyarakat. Representasi isu dikembangkan melalui pendekatan storytelling, narrative transportation, serta micro act yang reflektif dan implisit. Melalui pendekatan tersebut, karya ini diproduksi sebagai narasi tanding yang bertujuan membangun keterlibatan emosional audiens laki-laki berusia 18-24 tahun. Keterlibatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran pentingnya pengungkapan perasaan sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan mental, khususnya laki-laki. Proses produksi diawali dengan tahap prariset yang meliputi kajian literatur, wawancara dengan tenaga profesional, wawancara dengan enam narasumber laki-laki, serta survei terhadap laki-laki sebagai responden. Temuan riset menjadi landasan pengembangan tiga episode iklan layanan masyarakat dengan subtopik berbeda, tetapi terhubung dalam satu payung pembahasan yang sama. Hasil refleksi menunjukkan bahwa efektivitas penyampaian pesan dalam karya audiovisual bertema kesehatan mental tidak hanya ditentukan oleh kekuatan narasi, tetapi juga oleh kolaborasi antar peran produksi dan kemampuan karya dalam menghadirkan pengalaman emosional yang dekat dengan realitas audiens.

This final project report examines the production process of the public service announcement Cerita Aja Dulu, focusing on the scriptwriter's role in narrative development and story structuring. The work was produced in response to the phenomenon of men's limited emotional expression, which is shaped by traditional masculinity constructs embedded within social dynamics. The representation of this issue was developed through a storytelling approach, narrative transportation, and reflective, implicit micro acts. Through this approach, the work was produced as a counter-narrative aimed at building emotional engagement among male audiences aged 18-24 years. This engagement is expected to strengthen awareness of the importance of emotional disclosure as part of efforts to maintain mental well-being, particularly among men. The production process began with a pre-research phase comprising a literature review, a consultation with a mental health professional, interviews with six male informants, and a survey of male respondents. The research findings served as the foundation for developing three public service announcement episodes, each addressing a distinct sub-topic while remaining connected under the same overarching theme. Reflections from the production process indicate that the effectiveness of message delivery in mental health-themed audiovisual works is determined not only by narrative strength, but also by cross-role collaboration within the production team and the work's capacity to present emotional experiences that closely resonate with the audience's lived reality.

Kata Kunci : Iklan Layanan Masyarakat, Kesehatan Mental Laki-laki, Maskulinitas, Penulisan Naskah, Storytelling, Narrative Transportation, Micro Act

  1. S1-2026-502935-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502935-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502935-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502935-title.pdf